by

Peringatan Dini Tsunami Gempa 7,5 SR di Maluku Berakhir

-Maluku-65 views

AMBON,MRNews.com,- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas II Ambon telah mencabut peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa tektonik berkekuatan 7,5 SR yang terjadi Selasa (10/1/23) pukul 02.47.33 WIT wilayah Pantai Utara Maluku Barat Daya (MBD).

“Peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa 7,5 SR dinyatakan berakhir per pukul 05.48 WIT,” kata Kepala BMKG Kelas II Ambon, Djati Cipto Kuncoro dalam siaran persnya, Selasa pagi.

Sebelumnya diketahui, Selasa (10/1/2023) pukul 00.47.34 WIB atau 02.47 WIT wilayah Pantai Utara Maluku Barat Daya, Maluku diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 7,5 SR.

“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,37° LS ; 130,23° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 136 Km arah BaratLaut Maluku Tenggara Barat, Maluku pada kedalaman 130 km,” kata Djati.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi kata dia, merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Laut Banda.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” urainya.

Gempa ini berdampak dan dirasakan di daerah Saumlaki dengan skala intensitas V MMI, daerah Dobo, Tiakur IV MMI, daerah Sorong, Kaimana, Alor, Waingapu, Waijelu, Lembata dengan skala intensitas III-IV MMI, daerah Kairatu, Merauke, Nabire, Tanah Merah, Wamena, Bakunase, Kolhua, Sabu, Rote, Ende, Amarasi Selatan, Kota Kupang dengan skala intensitas II-III MMI dan daerah Ambon dan Piru II MMI.

Diakui, hasil permodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini berpotensi Tsunami, dengan tingkat ancaman SIAGA di Maluku Tengah, Kepulauan Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar P Yamdena dan Kota-Ambon.

Serta tingkat ancaman WASPADA di Maluku Tenggara, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Kabupaten Buru, Wakatobi, Kendari Pulau Watulumango, Kepulauan Kendari, Konawe Bagian Selatan, Kota-Kendari dan Kendari.

“Hingga pukul 04.37 WIT, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 5.5 SR, 4.8 SR dan 4.5 SR,” jelasnya.

Pemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status “Siaga” dan “Waspada” diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai.

“BMKG terus memantau data ketinggian tsunami pada wilayah yang berpotensi terdampak dan akan menyampaikan pemutakhiran informasi,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed