
AMBON,MRNews.Com.- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Minyak Tanah (Mitan) di masyarakat mendorong Komisi II DPRD Provinsi Maluku memanggil Pertamina dan Dinas SDM Maluku untuk mendengar penyebab kelangkaan Mitan yang dipimpin Ketua Komisi II Johan Lewerissa.
Diketahui jika Pertamina telah melakukan kordinasi dengan Dinas SDM bersama pihak agen. Dari pertemuan ditemukan jika penyaluran sudah sesuai bahkan pihak Pertamina telah menambah 300 ton .
Wilson Wijaya sebagai Sales Area Manajer Pertamina Maluku dan Maluku Utara mengatakan jika stok Mitan sangat baik. Bahkan kebutuhan masyarakat dari bulan Agustus hingga September diatas rata rata sebanyak 80 KKL namun hingga akhir bulan Agustus penyaluran Mitan sudah mencapai angka 87 KKL .
” Saat ini kita mempunyai 8 agen dan 1800 pangkalan sehingga dari pertemuan bersama dinas SDM bahwa penyaluran Mitan sangat baik bahkan telah mencapau 87 KKL ” ujar Wilson, Kamis (1/9) di ruang Komisi II.
Anggota Komisi II Edwin Adrian Huwae mengkritisi Pertamina agar persoalan BBM bersubsidi dilihat secara Maluku dan tidak terfokus pada Kota Ambon. Bahkan perlu adanya sosialisasi untuk penggunaan BBM bersubsidi . (MR-01)











Comment