— Menjelang akhir Juni 2025, dunia seni pertunjukan di Tasikmalaya akan dihiasi dengan sebuah karya teater yang menjanjikan dari Yayasan Seni Ngaos dengan judul “Made in China”. Pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 27 dan 28 Juni 2025, mulai dari jam 19.00 WIB sampai selesai, di Studio Ngaos Art yang berlokasi di Amanda Residence, Tasikmalaya.
Dengan arahan dan naskah oleh AB Asamarandana, “Made in China” membahas sebuah dialog antara ibu dan anak yang mempertanyakan kenapa mayoritas barang di rumah mereka memiliki label “Made in China”. Pertanyaan yang tampak sederhana ini membuka diskusi mendalam tentang implikasi dari hidup di era globalisasi, konsumsi berlebih, dan alienasi dalam kehidupan sehari-hari.
Menggali Isu Global
Pertunjukan ini tidak hanya menyoroti isu ekonomi dan globalisasi, namun juga mengeksplorasi aspek emosional dalam dinamika keluarga. Melalui tangan AB Asamarandana, sebuah percakapan ringan bertransformasi menjadi medium untuk menyelami bagaimana pengaruh global mempengaruhi dinamika dalam keluarga, mempengaruhi pandangan kita terhadap nilai, fungsi, dan kedekatan kita dengan objek sehari-hari.
Dalam pertunjukan ini, Kahfi Nurul Aror dan Rika Jo akan membintangi panggung, memberikan performa yang intens dan emosional, diatur dalam panggung yang dikreasikan oleh Studio Rumah Palsu. Nuansa emosional pertunjukan diperkaya oleh musik dari Alvin Nurul Azmi, yang melengkapi suasana dengan komposisi suara yang membangkitkan emosi dan ketegangan.
Informasi Tiket
Pertunjukan ini terbuka untuk umum, dan pada tanggal 28 Juni 2025, penonton bisa menikmati pertunjukan dengan harga tiket masuk Rp25.000. Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan tiket, dapat menghubungi Dzikri Alfa Robi melalui WhatsApp di nomor 0896-0319-7643.
View this post on Instagram
“Made in China” tidak hanya bertujuan untuk menghibur, tetapi juga memprovokasi kita untuk mempertanyakan dan mengkaji kembali hal-hal kecil yang sering terabaikan—sebuah undangan untuk meninjau kembali ruang pribadi kita dan merenungkan sejauh mana kita mengenal barang-barang yang kita gunakan sehari-hari.***
Artikel serupa :
- Ngaos Art Tasikmalaya Bersinar di Festival Internasional: Tanpa Dukungan Pemerintah!
- Ngaos Art pameran Jakarta: karya bertema made in China angkat rindu anak pada ayah
- Monolog Ngaos Art mengusik ego dan tubuh lewat narasi provokatif
- Hatedu di Ngaos Tasikmalaya: Seni dan Harmoni Keluarga, Refleksi yang Memikat!
- Gugatan Bar Cafe memicu pentas terbaru Ngaos Art akhir pekan ini: tiket terbatas

Dewi Permata adalah jurnalis hiburan yang memiliki hasrat besar terhadap
dunia perfilman, musik, dan budaya populer. Dengan pengalaman lebih
dari tujuh tahun di industri media, ia telah melakukan wawancara
eksklusif dengan banyak tokoh terkenal dan mengulas berbagai tren di
industri hiburan.






