by

Pemkot Tidak Punya Kewenangan Atur Tarif Tes PCR, Itu Pemprov

AMBON,MRNews.com,- Untuk yang mengatur terkait ijin tes Swab PCR termasuk batas tarif atau harganya, dari pemerintah provinsi (Pemprov) dan Balitbangkes, pemerintah kota (Pemkot) tidak punya kewenangan.

“Yang visitasi provinsi. Jadi provinsi yang harus kontrol untuk ijin dan mengatur lainnya termasuk ambang batas harga tes PCR secara mandiri atau atas permintaan sendiri,” tandas Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ambon Wendy Pelupessy.

Diketahui, Presiden Joko Widodo, Minggu (15/8) telah menginstruksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menurunkan batas tarif pemeriksaan tes Swab PCR yaitu Rp 450.000 – Rp 550.000 dari sebelumnya Rp 900.000.

Terkait instruksi Presiden itu, nanti lanjut Wendy, akan ditindaklanjuti tetapi kewenangan itu tetap ada di provinsi. Sebab yang mengurus PCR termasuk visitasi sama sekali bukan Pemkot, tapi Pemprov.

Pemkot sebutnya, hanya mengurusi terkait dengan pengaturan pemeriksaan Rapid Antigen. Sebab Pemkot tidak punya RS dan tidak miliki laboratorium PCR.

“Jadi RS pelaksana penyedia mesti ikuti aturan itu. Fasilitas kesehatan (Faskes) yang bisa terjangkau pemeriksaan PCR hanya ada dua yaitu RS Siloam dan Laboratorium Prodia,” urai Wendy di Ambon, Selasa (17/8).

Sebenarnya kata dia, ada 5 Faskes di provinsi yang tipe B diantaranya BTKL-PP yang dipunyai Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Balai POM Ambon, RS AL, RS dr Latumeten dan RS Siloam.

Tapi karena Faskes itu ada di kota tetap nanti akan berikan edaran. Namun setelah ada surat edaran tertulis dari Kemenkes baru ditindaklanjuti, tidak bisa langsung dengan instruksi lisan meski itu disampaikan Presiden.

“Harus berdasarkan surat edaran atau peraturan Menkes (Permenkes). Biasanya kita tunggu dari Kemenkes. Di surat edaran sebelumnya, tes PCR mandiri atau atas permintaan sendiri ada pada kisaran Rp 900 ribu,” pungkasnya.

Terpisah, Plt Kadinkes Provinsi Maluku dr Zulkarnaini yang coba dimintai keterangan perihal mekanisme pengaturan batas tarif tes PCR di Maluku enggan merespons.

“Sabar yah ada acara nih,” singkatnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed