AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan menyiapkan jalur khusus angkutan kota (Angkot) trayek Halong Atas untuk rutin masuk ke kampus IAKN Ambon guna mengangkut penumpang khusus mahasiswa dan dosen.
Hal itu sesuai permintaan pihak pimpinan IAKN kepada Penjabat Walikota Ambon yang kesulitan akses transportasi umum bagi mahasiswa dan dosen ditengah rencana transformasi ke UKN.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Ambon Robby Sapulette katakan, permintaan itu akan ditindaklanjuti dengan pengaturan bersama ketua jalur Halong Atas untuk bagaimana membagi jalur sehingga semua bisa berjalan lancar dan efektif.
“Karena yang ada kan cuma jalur Halong Atas sehingga bisa mencovering mahasiswa dan dosen IAKN. Nanti kita akan panggil koordinator jalur Halong Atas agar ada mobil yang melayani sampai ke IAKN sehingga mahasiswa dan dosen bisa terlayani,” tandas Sapulette.
Memang di Kota Ambon ini sebutnya, ada beberapa jalur angkutan kota yang menjadi prioritas Dishub disamping IAKN, seperti ke jalur Siwang dan Waringin Pintu Halong Lateri Atas.
Sehingga pihaknya membuka ruang bagi siapapun yang hendak investasi kendaraan angkutan umum pada ketiga jalur itu karena kebutuhan, akan ditampung untuk diproses. Demi menjawab tiga lokasi tersebut.
“Itu tiga lokasi yang jadi atensi khusus soal sub jalur Angkot. Agar masyarakat maupun mahasiswa yang beraktivitas di ketiga lokasi itu bisa terlayani. Perwali sudah ada, nanti teknisnya akan kita bicarakan,” akunya di Ambon, Sabtu (5/11/22).
Disinggung apakah akan menempatkan petugas Dishub di tiga titik itu, Sapulette belum berani sanggupi sebab personil Dishub juga terbatas.
Namun dalam cakapan nanti koordinator jalur akan diarahkan dan disepakati agar memuat mahasiswa dan dosen IAKN jika ada dengan tarif Halong Atas karena sama, sementara ke Siwang dan Waringin Pintu telah disiapkan tarif khusus.
“Kalau kesepakatan itu kita bangun dan kemudian tidak menindaklanjuti, maka mau tidak mau kita harus tempatkan personil untuk lakukan pengendalian di lapangan,” pungkasnya.
Sebelumnya, pimpinan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon mengaku, kampus dengan moto “Harmoni Dalam Keragaman” itu telah rencanakan transformasi kelembagaan menuju Universitas Kristen Negeri (UKN) namun aspek pendukung lain masih terkendala.
Salah satunya soal intensitas akses transportasi umum dan jalan masuk ke kampus. Pimpinan kampus pun harapkan ada perhatian dan bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon atasi dua hal tersebut.
Wakil Rektor I IAKN Ambon, Dr Johana Talupun, M.Th mengaku, IAKN sementara lakukan transformasi kelembagaan menuju UKN. Yang jika pada waktunya UKN terwujud, maka UKN Leimena akan jadi kampus UKN pertama di Indonesia dibawah Kementerian Agama (Kemenag).
“Maka tidak berlebihan jika kami minta dukungan pa Walikota atas rencana transformasi itu. Dimana kedepan akan dibuka beberapa Prodi umum baru, tidak hanya sifatnya keagamaan seperti saat ini dan pasti akan membuat kampus kami ramai dengan mahasiswa,” ujarnya.
Namun ada kendala dirasakan selama ini terkait akses transportasi umum yang tidak intens, bahkan di jam tertentu tidak masuk kampus sehingga menyulitkan dosen dan mahasiswa. Padahal aktifitas belajar mengajar hingga sore dan akan tinggi kedepan tuntas sampai malam.
“Kami harapkan kebijakan pa Walikota selaku pimpinan di kota agar ada bantuan trayek khusus yang melayani kami masuk di kampus ini. Sama seperti saudara kandung kami di IAIN Ambon,” akuinya saat kegiatan penarikan mahasiswa KKN tematik IAKN tahun 2022, Kamis (3/11).
Selain transportasi, tetapi juga akses jalan masuk diharapkan jadi perhatian. Karena tentu alat transportasi dan jalan masuk akan menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang ingin belajar di kampus yang bertajuk “Harmoni dalam Keragaman” ini.
Merespons permintaan itu, Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena katakan, memang awal untuk trayek Halong Atas, lokasi kampus IAKN sudah ada. Hanya sesuai 43 trayek yang ditetapkan Pemkot, tidak lagi ada Ambon Mardika-Halong. Yang ada hanya trayek Ambon-Passo.
“Tapi untuk Halong Atas, kita akan buka satu trayek. Jadi ada Ambon-Halong Atas. Kalau misalnya itu jadi kebutuhan, bisa saja kita tambahkan Ambon-Halong Atas-IAKN. Sub jalurnya yang kita tambah,” tegas Wattimena.
Kebijakan tersebut tambahnya, akan disikapi atau tuangkan dalam Peraturan Walikota (Perwali) sebagai landasan hukum implementasi. Dan secara teknis, akan dieksekusi Dinas Perhubungan.
“Jadi tetap 43 trayek, tetapi ada sub jalur. Tambah Ambon-Halong Atas-IAKN. Sama seperti trayek di IAIN, yang ada sub jalurnya Wara-Kebun Cengkeh,” pungkasnya. (MR-02)





Comment