by

Pemkot Ambon Diharapkan Bantu Akses Angkot & Jalan Masuk Kampus IAKN

AMBON,MRNews.com,- Rencana transformasi kelembagaan oleh Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menuju Universitas Kristen Negeri (UKN) terus berjalan, namun aspek pendukung lain masih terkendala.

Salah satunya soal intensitas akses transportasi umum dan jalan masuk ke kampus yang berlokasi di Halong Atas itu. Pimpinan Rektorat pun mengharapkan ada perhatian dan bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon atasi dua hal tersebut.

Wakil Rektor I IAKN Ambon, Dr Johana Talupun, M.Th mengaku, IAKN sementara lakukan transformasi kelembagaan menuju Universitas Kristen Negeri (UKN). Yang jika pada waktunya UKN terwujud, maka UKN Leimena akan jadi kampus UKN pertama di Indonesia dibawah Kementerian Agama (Kemenag).

“Maka tidak berlebihan jika kami minta dukungan pa Walikota atas rencana transformasi itu. Dimana kedepan akan dibuka beberapa Prodi umum baru, tidak hanya sifatnya keagamaan seperti saat ini dan pasti akan membuat kampus kami ramai dengan mahasiswa,” ujarnya.

Namun ada kendala dirasakan selama ini terkait akses transportasi umum yang tidak intens, bahkan di jam tertentu tidak masuk kampus sehingga menyulitkan dosen dan mahasiswa. Padahal aktifitas belajar mengajar hingga sore dan akan tinggi kedepan tuntas sampai malam.

“Kami harapkan kebijakan pa Walikota selaku pimpinan di kota agar ada bantuan trayek khusus yang melayani kami masuk di kampus ini. Sama seperti saudara kandung kami di IAIN Ambon,” akuinya saat kegiatan penarikan mahasiswa KKN tematik IAKN tahun 2022, Kamis (3/11).

Selain transportasi, tetapi juga akses jalan masuk diharapkan jadi perhatian. Karena tentu alat transportasi dan jalan masuk akan menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang ingin belajar di kampus yang bertajuk “Harmoni dalam Keragaman” ini.

Merespons permintaan itu, Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena katakan, memang awal untuk trayek Halong Atas, lokasi kampus IAKN sudah ada. Hanya sesuai 43 trayek yang ditetapkan Pemkot, tidak lagi ada Ambon Mardika-Halong. Yang ada hanya trayek Ambon-Passo.

“Tapi untuk Halong Atas, kita akan buka satu trayek. Jadi ada Ambon-Halong Atas. Kalau misalnya itu jadi kebutuhan, bisa saja kita tambahkan Ambon-Halong Atas-IAKN. Sub jalurnya yang kita tambah,” tegas Wattimena.

Kebijakan tersebut tambahnya, akan disikapi atau tuangkan dalam Peraturan Walikota (Perwali) sebagai landasan hukum implementasi. Dan secara teknis, akan dieksekusi Dinas Perhubungan.

“Jadi tetap 43 trayek, tetapi ada sub jalur. Tambah Ambon-Halong Atas-IAKN. Sama seperti trayek di IAIN, yang ada sub jalurnya Wara-Kebun Cengkeh,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed