by

Pemerintah Pusat Kembali Lakukan Evaluasi Program Ambon Smart City

AMBON,MRNews.com,- Program atau kegiatan Ambon Smart City kembali mendapat evaluasi dari pemerintah pusat (Pempus) secara virtual, Jum’at (7/10).

Evaluasi dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan dan Kementerian PAN-RB.

Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfo), Joy Adriaansz, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Fahmi Salatalohy mengikuti dari Ruang Vlisingen.

Dari proses ini, Wattimena berharap dari setiap evaluasi yang dilaksanakan memiliki peningkatan. Dalam artian yang masih kurang dapat diperbaiki, agar mencapai nilai terbaik yang seharusnya didapat.

“Bukan soal ranking atau apa, tetapi minimal berbagai kekurangan yang ada saat ini dapat kita perbaiki sesuai dengan saran atau perbaikan para assesor didalam forum evaluasi ini,” tandasnya.

Dikatakan, sudah ada beberapa program yang dipersiapkan dan telah berjalan ditahun ini diantaranya program WAJAR, Jiku Bata, dan Kalesang Kintal Kosong.

Program ini, lanjutnya, akan dievaluasi di Tahun 2023 mendatang, dan diharapkan juga dapat meningkatkan penilaian.

“Itu programnya kan sudah jalan di Pemerintah Kota (Pemkot), tetapi dia akan masuk didalam evaluasi ditahun depan. Jadi mereka (Assesor) menanyakan Quick Wins yang mau dibuat di tahun depan. Nah, itu yang saya sampaikan. Karena program ini baru dilaksanakan, maka evaluasinya akan dilaksanakan di tahun depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kadis Kominfo Joy Adriaansz akui, paling sedikit ada 92 (dari 29 OPD teknis terkait) program Smart City termasuk Quick Wins, yang diharapkan dapat berjalan dan akan terus dikawal Pemkot agar terlaksana.

“Kita akan berupaya untuk seluruh program/kegiatan yang masuk dalam Masterplan Smart City termasuk Quick Wins akan tetap kita kawal untuk dilaksanakan di tahun 2022. Jadi kita berharap ada peningkatan lebih dari tahun kemarin,” ungkapnya.

Sampai saat ini tambahnya, masih ada program/kegiatan yang masuk didalam anggaran perubahan. Dikarenakan anggaran yang masih belum mencukupi pelaksanaannya. Namun, ada upaya-upaya lain yang dilakukan untuk tetap terlaksana di tahun ini.

“Jadi tanpa anggaran pun banyak hal yang dapat kami lakukan,” tandasnya.

Selain itu dirinya juga memberi apresiasi kepada Pj. Walikota, yang karena 11 program prioritasnya juga sangat mengena dengan bagaimana mampu mengembangkan Smart City di Kota Ambon.

“Karena itu kita berharap setelah melewati Pandemi Covid-19, maka berbagai program dalam Masterplan itu dapat terlaksana. Dan paling penting adalah mendapat dukungan dari seluruh pimpinan OPD, namun juga dari legislatif masyarakat,” tandasnya.

Adriaansz menegaskan, Smart City bukan hanya mengenai teknologi, tapi juga non teknologi.

Diantaranya, Program Walikota Jumpa Rakyat (WAJAR), bagaimana menerapkan Program Kalesang Kintal Kosong, dan program Jiku Bata, dengan memanfaatkan sudut Balaikota untuk menjual produk-produk hasil UMKM yang tentu berimplikasi pada peningkatan ekonomi masyarakat. (MR-02/MC)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed