by

Pembayaran Dana Sertifikasi Guru di Ambon TW/I 2022 Sisakan 15 Orang

AMBON,MRNews.com,- Dari jumlah guru penerima tunjangan profesi dana sertifikasi guru di Kota Ambon sebanyak 1436 orang, kini hanya menyisahkan 15 orang untuk triwulan pertama 2022 belum dibayarkan atau ditransfer. Artinya sebagian besar sudah dibayar.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Ambon Edy Tasso katakan, tercatat pihaknya sudah membayar dana sertifikasi guru triwulan pertama 2022 bagi 1421 orang, dari total dana triwulan pertama yang ditransfer pemerintah pusat (Pempus) sebesar Rp 22.910.656.000.

Yakni guru TK 48 orang dengan besaran Rp 573.637.400, SD 882 orang senilai Rp 10.494.641.000 dan SMP sebanyak 491 orang sebesar Rp 6.399.104.100.

“Dari total dana transfer dari Pempus itu, total realisasi untuk triwulan pertama 2022 sebesar Rp 17.467.382.500. Artinya sisa dana untuk kemudian harus dibayarkan ke 15 orang sebesar Rp 5.443.273.500,” urai Tasso kepada awak media di Balaikota Ambon, Kamis (23/6).

Sisa lebih ini sebut Tasso, lazimnya setiap tahun nanti diakumulasikan untuk dibayar bersamaan dengan triwulan kedua. Dimana triwulan 2 tidak lagi mentransfer jumlah yang sama di triwulan 1 tapi menghitung selisih kelebihan, nanti ditambahkan yang harus dibayarkan triwulan 2.

“Sehingga terkait ada image yang berkembang diluar bahwa Pemda kota Ambon belum bayar dana sertifikasi guru triwulan 1 itu tidak benar, yang benar adalah sudah dibayar, namun masih sisa sebagian kecil saja,” jelasnya.

Selain tunjangan sertifikasi guru Tasso mengaku, ada juga dana non sertifikasi atau tambahan penghasilan (Tamsil) bagi guru. Dengan kata lain, dana itu bagi mereka yang tidak dapat dana sertifikasi.

“Itu dihitung bagi mereka yang sudah memenuhi syarat sudah sarjana, melaksanakan tugas minimal 24 jam dan syarat lainnya,” akuinya.

Adapun penerima tambahan penghasilan itu sudah memenuhi syarat ada 459 orang. Dana yang ditransfer pemerintah pusat dan sudah masuk sekarang Rp.506.700.000, tinggal dibayar untuk 459 org sebanyak Rp 344.250.000.

“Itu ada sisa lagi nanti kalau sudah dibayar, ada Rp 162.450.000. Sekarang kita sudah siapkan SK, tinggl pa Penjabat Walikota tanda tangan lalu sudah bisa dibayar untuk sertifikasi guru,” beber Tasso.

Sedangkan untuk yang non seritifkasi tambahnya, ada 15 orang yang belum di SK- kan. SK untuk sertifikasi itu tanggungjawab pemerintah pusat. Dengan prosedurnya dari sekolah harus input di data pokok pendidikan (Dapodik).

Pasalnya pengalaman tahun lalu, ada guru yang tidak dapat tunjangan karena pihak sekolah dalam hal ini operator salah input. Ada juga penyebabnya karena jumlah rombel tidak sesuai, dan kelebihan guru pada pembagian rombongan belajar (Rombel).

“Mereka yang masalah di 2021 itu, SK-nya sudah ada tinggal dibayar setelah diperbaiki Dapodik. Kali ini ada lagi 12 yang problem di Rombel,” tambahnya.

“Jadi kita sudah agendakan besok jam 10 pagi ketemu di dinas bersama kepala sekolah, operator dan guru. Agar kita tahu masalahnya apa, segera selesaikan, jangan tunggu lagi. Sama seperti masalah di pembayaran di triwulan pertama itu,” pungkas Tasso. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed