by

Ortu & Siswa Antusias Ikut Vaksin, Walikota: Apresiasi, Saya Tak Sangka

AMBON,MRNews.com,- Keinginan kuat belajar tatap muka (BTM) dari orang tua/wali dan siswa setelah hampir dua tahun belajar online disambut baik dengan gencaran vaksinasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

Orang tua (Ortu) pun begitu antusias membawa anaknya yang berusia dibawah 11 tahun guna mengikuti vaksinasi yang digelar mulai hari ini disejumlah titik sekolah di kota Ambon.

Tiga pimpinan kota yakni Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Wakil Walikota Syarif Hadler dan Sekretaris Kota Agus Ririmasse kompak turun bersama meninjau jalannya vaksinasi anak usia 6-11 tahun di kawasan SD Kartika, SMP Xaverius, SD Kristen Urimessing dan SD Inpres Lateri.

“Saya memberi apresiasi kepada orang tua murid. Betul-betul harus saya apresiasi. Saya tidak pernah sangka antusias dan partisipasi orang tua itu luar biasa sekali. Ini contoh yang baik,” tandas Louhenapessy usai tinjauan, Selasa (11/1).

Menurutnya, capaian vaksinasi di Kota Ambon sampai saat ini sudah diangka 93 persen sekian menuju 94 persen. Ini salah satunya merupakan dampak dari orang tua yang sudah vaksin dan mereka kemudian mendorong anaknya harus divaksin, melalui persetujuan yang diteken resmi.

“Ini luar biasa. Saya betul-betul terharu lihat mereka. Orang tua rela korban waktu dan membawa anaknya. Sebab saya cek, orang tua hampir semua sudah vaksin. Anak-anak juga tidak takut disuntik. Bukan saja SD tadi ada anak SMP dan orang tua juga,” jelas Walikota Ambon dua periode itu.

Untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini, kata Louhenapessy, targetnya kurang lebih 31.478 anak bisa divaksinasi. Dengan begitu, menjadi bekal masuki belajar tatap muka tingkat SD.

“Puji Tuhan sampai siang ini tidak satu pun yang terkendala dalam vaksinasi, alami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Kita harapkan hingga selesai hari pertama vaksin maupun sampai selesai hari ketiga, aman-aman,” harapnya.

Mengenai orang tua yang masih tidak ijinkan anaknya divaksin, Louhenapessy mengaku pengaruh paling besar ada pada media sosial. Maka diharapkan orang tua tidak terpengaruh dengan hasutan pihak-pihak tertentu di media sosial.

“Pemerintah itu tidak mungkin akan menyusahkan rakyatnya. Misalnya kepala daerah ini bapak, maka dia tidak mungkin buat susah anak-anaknya. Mari kita sikapi dia secara tenang. Ambon tidak lagi ada kasus konfirmasi Covid-19 karena dampak vaksinasi yang begitu tinggi,” ingatnya.

Setelah ini tambah Walikota, Pemkot akan mendorong untuk vaksinasi juga bagi sekolah Madrasah, bekerjasama dengan Kementerian Agama. Sehingga dengan begitu, semua anak sekolah tingkat SD-SMP dan sederajat bisa divaksin.

“Presiden Jokowi punya target, sampai bulan Maret 2022 anak usia 6-11 tahun sudah selesai divaksin. Bisa saja kita nanti Januari ini selesai lebih cepat,” terangnya.

Karena itu diakhir bulan Januari tambah Walikota, pihaknya mendorong agar SMP seluruhnya jalan BTM. Maka penting sekolah lain juga siapkan diri mengikuti jejak 12 sekolah yang sudah lebih dahulu mulai.

“Kalau sudah jalan SMP semuanya, tidak ada masalah, maka kita bisa mulai dengan SD. Jadi bertahap,” pungkas politisi kawakan Golkar itu. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed