by

Optimis Diakhir Memimpin Ambon, Visi-Misi Bisa Terwujud

AMBON,MRNews.com,- Walikota Ambon Richard Louhenapessy optimis diakhir masa periode memimpin Kota Ambon Mei tahun depan, visinya bersama Wakil Walikota Syarif Hadler yakni Ambon Harmonis, Sejahtera dan Religius serta sejumlah misi dalam lima tahun bisa terwujud.

“Saya optimis, karena sejak awal semua sistem sudah duduk. Sehingga nanti pada waktunya, ada penilaian, apresiasi itu tidak sulit lagi karena sistemnya sudah jalan dan ditata,” tandasnya usai apel khusus 4 tahun memimpin Ambon di Tribun Lapangan Merdeka, Senin (24/5).

Menurut Louhenapessy, apa yang dicapai selama empat tahun ini dengan menghadirkan 106 penghargaan dari kementerian/lembaga, pihak swasta nasional dan stakeholder terkait tidak lepas dari dukungan ASN, masyarakat dan media khususnya yang sangat memberi kontribusi dan semangat selain karena kemurahan Tuhan, disisa setahun masa bakti.

Sebab itu, dirinya berharap, semangat ini tidak kendor. Sebab kencenderungan dari suatu kepemimpinan dihari terakhir biasanya kendor, acuh tak acuh.

“Semangat itu harus tetap sama. Dia punya energi harus sama sampai diakhir masa pengabdian. Saya sudah sering bilang ke semua staf, ingat kerja bukan untuk mendapat penghargaan. Tapi kalau saudara kerja baik, otomatis itu bonusnya akan datang dalam bentuk award,” tegasnya.

Dikatakan, dari berbagai program yang digagas selama ini oleh kepemimpinannya dan Wawali, rata-rata program utama berjalan hanya karena situasi dan kondisi maka fluktuatif, misalnya pertumbuhan ekonomi. Dari 5,0 sekian, turun drastis ke hanya 1,0 walau masih plus.

“Itu karena 2020-2021 kondisi Pandemic Covid-19 yang juga berdampak besar. Secara nasional kan pertumbuhan ekonomi masih minus. Maka kita upayakan disatu tahun sisa ini dia bisa naik lagi dan berdampak besar buat masyarakat,” tandasnya.

Empat tahun memimpin, atau sejak 22 Mei 2017 hingga kini, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, dan Wakil Walikota Syarif Hadler berhasil meraih 106 penghargaan.

Kendati mendapat ratusan penghargaan, namun keduanya tidak mau terlalu berbesar hati. Sebab masih banyak yang harus dibenahi di Ibukota Provinsi Maluku itu dan bukan berarti penilaian masyarakat akan selalu positif terhadap kinerja pemerintah.

“Kecenderungan psikologis sosial masyarakat seperti yang tergambar di media sosial, tidak melihat dari keberhasilan, tetapi dari dari apa yang masih kurang,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed