by

Oktober Ini, Pemkot Mulai Subsidi Ojek & Nelayan di Ambon

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah merampungkan data pengemudi ojek dan nelayan di kota Ambon yang siap menerima bantuan subsidi selisih harga bahan bakar minyak (BBM).

Bantuan akan disalurkan dalam kurun waktu tiga bulan, mulai Oktober ini kepada ribuan nelayan motor tempel dan ratusan tukang ojek yang telah terdata lengkap.

Kepala Bappeda Litbang Kota Ambon, Enrico Matitaputty katakan, alokasi bantuan itu diambil 2 persen dari dana transfer umum pusat ke daerah untuk subsidi selisih harga BBM untuk ojek, nelayan dan UMKM.

Kemudian menyusul penyediaan lapangan kerja dan subsidi transportasi untuk angkutan umum.

“Jadi subsidi BBM yang dimaksud misalnya di Dusun Taeno, ada pedagang yang mau bawa sayur ke pasar untuk jual, nanti kita (Pemkot) yang tanggung biaya transportasi,” tandas Matitaputty.

Namun untuk Oktober ini kata dia, prioritas pertama disubsidi kepada ojek dan nelayan karena datanya sudah ada. Bantuan diberikan bertahap selama tiga bulan hingga Desember.

“Hanya baru ojek dan nelayan yang datanya sudah lengkap. Kita mau subsidi ke supir Angkot cuma data mereka secara lengkap belum ada, masuk ke kita,” tandasnya di Ambon, Senin (10/10).

Sebab ketika data masuk pun dari pihak terkait, tambah Matitaputty, pihaknya akan cek lagi ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Dinas Sosial Kota Ambon sesuai atau tidak.

“Kalau dia masuk kategori, baru katong kasi. Jadi tidak semua katong kasi. Kan ojek juga banyak yang ASN itu,” tegasnya.

Ditambahkan mantan Kepala BPBD Kota Ambon itu, jumlah nelayan di Ambon yang siap menerima subsidi BBM tersebut tambahnya, sekitar 1.600 orang dan pengojek sekitar 500 orang.

“Penyaluran nanti lewat kantor pos cabang Ambon. Totalnya Rp 3 Miliar yang digelontorkan selama tiga bulan penyaluran sampai Desember. Jadi bisa dihitung lah setiap bulan itu kurang lebih 1 Miliar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena katakan, subsidi ke nelayan dan profesi lain yang terdampak kenaikan BBM guna menjaga perekonomian kota tetap tumbuh dengan baik sekaligus menekan laju inflasi.

“Subsidi diberikan setelah ditetapkan sesuai keputusan Walikota tentang penerima subsidi. Jadi tidak bisa asal. Semua yang terdampak kenaikan BBM ini ditangani dari pusat dan daerah. Kami di daerah bantu saja yang bukan penerima bantuan dari pusat,” pungkasnya belum lama ini. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed