by

Mural Almarhum Glenn Fredly, Wujud Cinta & Penghormatan Dari Ambon

-Kota Ambon-1,234 views

AMBON,MRNews.com,- Meski raga sudah berkalang tanah, namun karya dan jejak selama didunia akan selalu dikenang selamanya, karena tetap hidup dalam nadi yang terus memacu.

Itulah yang terjadi pada sosok almarhum Glenn Fredly Deviano Latuihamallo, seniman sekaligus aktivis sosial kebanggaan Maluku.

Maka seniman Maluku dibidang seni rupa pun membangun inisiatif. Bermodal alat lukis seadanya dan “sepenggal dinding” yang berada diantara tulisan Ambon Manise pada kawasan Lapangan Merdeka, mereka melukis wajah almarhum Glenn Fredly dengan ciri khasnya sebagai seorang penyanyi/seniman yang apa adanya, murah senyum dan berjiwa sosial.

Tentu, tujuannya selain penghormatan, apresiasi dan mengenang “sang maestro”, tetapi juga ingin memberi inspirasi, pesan kepada seniman muda khususnya para musisi asal Maluku untuk jadikan almarhum sebagai panutan yang tak hanya berkarya tapi mampu menebar “virus” positif kepada tanah asal dan negaranya.

“Bicara inisiatif, ini dari teman-teman saja, seniman yang tergabung dalam Maluku mural family (MMF). MMF ini rangkum semua komunitas di Maluku berkaitan dengan seni rupa. Cuma kalau untuk Mural, katong jadi satu di MMF,” ujar anggota MMF yang juga ketua panitia Maluku mural festival 2020 Rian Engko, Sabtu (25/4).

Untuk melukis wajah almarhum Glenn Fredly, para pemural itu mendapat dukungan dari pemerintah kota (Pemkot) Ambon berupa ijin dan media, serta Biro Hukum Setda Pemprov Maluku sebagai penyelenggara event Maluku Mural festival bekerjasama dengan MMF.

“Kebetulan kita punya event tahun ini khan ada. Cuma pas pandemi Covid-19 jadi katong pending dulu dan alihkan sedikit dari situ untuk alat dan bahannya. Kalau Pemkot, sekedar beri ijin dan media disini untuk katong bisa lukis. Sebab mungkin mereka mau ada penghargaan juga bagi almarhum,” cerita Rian.

Karena inisiatif, motivasi melukis sosok Glenn Fredly untuk menghormati almarhum yang punya jasa, kontribusi besar bagi Ambon dan Maluku.

Tak saja penghormatan, tetapi itu bentuk cinta, penghargaan, apresiasi dari seniman khususnya perupa bagi Glenn Fredly yang ditunjukkan dalam karya seni pula.

“Dan memang sosok almarhum Glenn Fredly bukan cuma soal seni, tapi hal-hal yang berbau sosial dan budaya juga tidak tanggung dilakukan selama dia hidup, apalagi untuk katong di Indonesia Timur khusus di Maluku. Cuma sayang sekali, yah begitulah,” kenangnya.

Proses mural sudah masuk hari keempat (kemarin). Ditargetkan, hari ini (Minggu) sudah selesai dan bisa dinikmati warga Kota Ambon khususnya dan Maluku pada umumnya.

“Ini sudah hari keempat. Paling lambat katong taruh target hari Minggu sudah selesai. Kalaupun molor mungkin sehari karena hampir tuntas,” lanjut Rian yang juga partisipan.

Selain wajah dan ciri khas almarhum saat bernyanyi, dalam mural itu juga akan dibuat pesan dari salah satu lagunya yang populer dan sering didengar penikmat musik Glenn Fredly, berjudul “Tinggikan”.

Akan ada quote disitu “Kita telah digariskan sebagai pemenang, Tinggikan”. Quote itu bisa jadi inspirasi dan motivasi bagi seniman Ambon, Maluku maupun masyarakat luas.

“Terus nanti ada stand mic dengan balutan inisial GF. Dibawahnya akan ditulis Ambon kota musik dunia. Quote lagu Tinggikan itu, sebagai dorongan, spirit bagi masyarakat Ambon dan Maluku bahwa katong digariskan jadi pemenang, maka jangan pernah berhenti. Terus naik dan berkarya. Sebab kita juga bisa,” akhiri Rian. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed