AMBON,MRNews.com – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Maluku, Andi Munaswir menyesalkan pembentangan spanduk dukungan politik terhadap Jefrry Rahawarin sebagai calon Gubernur 2024, oleh kloter 10 Jamaah haji asal provinsi Maluku, di Arab Saudi.
Melalui video berdurasi 25 detik yang ramai beredar di media sosial, spanduk berukuran kurang lebih 5 meter dibentangkan langsung Djamaludin Koedoeboen yang diikuti puluhan jemaah haji.
Baginya, keberangkatan jamaah haji tidak selayaknya dicoreng dengan kepentingan politik. Pasalnya, ada banyak ibadah yang harus dijalani jemaah haji selama di tanah suci.
“Kami menyayangkan sekaligus sesalkan tindakan itu. Jemaah haji memiliki banyak ibadah yang akan ditempuh. Kekhusyukan para jemaah tidak seharusnya disusupi kepentingan politik,” sesalnya.
Menurutnya, boleh saja setiap orang mempunyai pilihan politik. Hanya, situasi dan kondisinya perlu diperhatikan secara masak maupun matang.
“Ternyata, setelah ditelusuri, yang bersangkutan merupakan salah satu politisi asal Maluku Tenggara (Malra),” sebut Munaswir.
Munaswir menjelaskan, kloter 10 diisi oleh jemaah haji dari 2 Provinsi, Maluku dan Sulawesi Selatan.
Untuk wakil Maluku terdapat Kota Tual dan Kabupaten Malra. Andi mengaku, bersangkutan berhasil diamankan bahkan membuat pernyataan agar tidak mengulangi kejadian itu.
“Ternyata yang bersangkutan itu politisi. Telah diamankan bahkan membuat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi. Tindakan serupa sangat mencoreng nama baik jemaah haji Maluku,” tandasnya.
Dikatakan, berhubung spanduk berbahan kain makanya melewati sensor mesin X Ray Security. X Ray hanya membaca cairan lebih dari 100 ml, benda tajam, dan bahan meta lainnya.
“Bahannya bersifat kertas menjadi alasan kuat petugas imigrasi baik di Indonesia dan Arab Saudi tidak mengetahui keberadaan spanduk itu. Kami akan menitipkan yang bersangkutan di Kemenag untuk dibina usai kembali dari perjalanan haji,” pungkasnya. (MR-03)








Comment