Mengenal Jaswita Jaya Lestari: BUMD Jabar di Balik Megahnya Hibisc Fantasy Puncak!

Profil Jaswita Jaya Lestari, BUMD Jabar Pemilik Hibisc Fantasy Puncak

Maret 18, 2025

Atas, MimbarRakyat News

Perusahaan Jaswita Jaya Lestari (JLJ) mendapat perhatian setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memerintahkan penghancuran objek wisata Hibisc Fantasy Puncak yang dikelola oleh mereka.

Menurut laporan, keberadaan Hibisc Fantasy Puncak berkontribusi terhadap terjadinya banjir di area Jabodetabek.

Wahyu Nugroho, Direktur PT Jaswita Jabar, mengkonfirmasi bahwa JLJ, sebuah anak perusahaan, bertanggung jawab atas pengelolaan destinasi wisata tersebut. Proyek tersebut dijalankan bersama dengan BUMN, yaitu PT Perkebunan Nusantara VIII atau PTPN 8.

“Lokasi wisata ini dikelola oleh Jaswita Lestari Jaya bekerja sama dengan mitra dan PTPN 8,” kata Wahyu pada Rabu (5/3), seperti dilaporkan oleh detikJabar.

Menurut situs resmi, PT Jaswita Lestari Jaya adalah anak perusahaan dari PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita) Jabar (Perseroda).

Sejak tahun 2023, perusahaan ini dipimpin oleh Direktur Utama R. Ridha Wirahman P, dengan Hendra Guntara menjabat sebagai Komisaris Utama JLJ.

“Dalam akta pendirian, pasal 3 menjelaskan bahwa tujuan perusahaan adalah menyediakan akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman,” dikutip dari situs resmi Jaswita.

Perusahaan ini didirikan pada 8 Februari 2018 dengan modal dasar Rp60 miliar. Jaswita Jabar menguasai 70 persen saham JLJ senilai Rp10,5 miliar.

Sementara itu, 29 persen saham dimiliki oleh PT Lestari Abadi Mandiri dan 1 persen saham lainnya dimiliki oleh PT Anugrah Jaya Agung.

Pada 23 September 2021, struktur kepemilikan saham berubah, dengan total nilai saham menurun dari Rp60 miliar menjadi Rp7,5 miliar. Jaswita Jabar masih memegang 70 persen saham, sementara 30 persen lainnya dipegang oleh PT Bajo Tibra Juara.

Pada 23 September 2022, nilai saham JLJ kembali menurun menjadi Rp3,93 miliar. Jaswita Jabar tetap memiliki 70 persen saham dan sisanya 30 persen dipegang oleh Bajo Tibra Juara.

BACA  Insentif SPPG Rp6 juta per hari: BGN klaim untuk stabilkan pasokan, ini dampaknya

Sebelumnya, Dedi Mulyadi telah memerintahkan pembongkaran Hibisc Fantasy Puncak karena pelanggaran izin penggunaan lahan.

JLJ telah mengajukan izin untuk area seluas 4.800 meter persegi, namun objek wisata tersebut dibangun hingga mencapai 15 ribu meter persegi.

“Karena tidak dibongkar sendiri, perintah saya mulai dibongkar hari ini. Tolong Bapak Wabup, Pimpinan DPRD Bogor. Dukung kita untuk pembongkaran,” ujar Dedi dalam video yang diunggah di Instagram @dedimulyadi71, dikutip pada Kamis (6/3).

Banjir telah melanda 28 desa di 16 kecamatan di Kabupaten Bogor pada Minggu (2/3). BPBD Jabar juga melaporkan kejadian tanah longsor, angin kencang, dan beberapa kasus orang hanyut. Pemkab Bogor menetapkan status tanggap darurat bencana hingga 17 Maret 2025.

Artikel serupa :

Beri nilai postingan ini

Tinggalkan komentar

Share to...