by

Manggurebe Siaga Bencana Lewat Walikota Mengajar

-Maluku-110 views

AMBON,MRNews.com,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon menggagas program Walikota mengajar guna memberikan pemahaman dan informasi kepada semua pihak serta masyarakat untuk sama-sama manggurebe siaga terhadap bencana alam. Karena persoalan bencana terutama langkah pencegahan dan antisipasi, bukan saja tanggungjawab BPBD tetapi semua pihak terutama masyarakat. Mengingat Ambon adalah daerah rawan bencana entah banjir maupun tanah longsor.

BPBD Kota Ambon bekerjasama dengan BPBD Provinsi Maluku dalam mensukseskan progam tersebut, yang pertama kali dilaksanakan di Ballroom Maluku City Mall (MCM), Jumat (14/12/18), melibatkan siswa-siswi SMP se-Kota Ambon. Program ini, bakal berlangsung rutin guna menyasar semua elemen termasuk masyarakat.

“Sebagaimana tajuk program Walikota mengajar adalah manggurebe siaga bencana, maka upaya ini BPBD Kota Ambon memandang penting partisipasi semua elemen terkait agar tahu awal bencana, antisipasi serta pencegahannnya. Guna sepaham dan bersinergi dalam upaya membangun budaya siaga, budaya aman dan budaya pengurangan resiko menghadapi bencana. Kita turut bekerjasama dengan BPBD Maluku untuk sukseskan kegiatan ini. Harapannya pihak lain yang berkepentingan dengan persoalan penanggulangan bencana dapat bersinergi bersama untuk maksud baik ini. Karena Ambon merupakan daerah rawan bencana yang sangat tinggi,” terang Kepala BPBD Kota Ambon, Demmy Paais.

Dalam kesempatan Walikota mengajar, Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, A.G.Latuheru yang mewakili Walikota Richard Louhenapessy memaparkan, Kota Ambon termasuk daerah rawan bencana, selain karena wilayah perairan Maluku yang berada pada pertemuan tiga lempeng, juga karena kondisi topografi Ambon sendiri sebagian besar daerah perbukitan dan berlereng dengan curah hujan sedang hingga lebat.

“Perairan Maluku berada pada pertemuan tiga lempeng penyusun kulit bumi, yakni Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik. Lempengan tersebut bergerak bebas, sehingga seringkali menimbulkan tumbukan atau subduksi yang dapat menimbulkan gempa,” terang Latuheru.

Dengan demikian, diakui Latuheru, diperlukan kesiapsiagaan atau upaya-upaya mitigasi baik dari tingkat pemerintah maupun masyarakat, termasuk para siswa didalamnya untuk mengurangi resiko akibat bencana. “Salah satu cara meningkatkan kesiapsiagaan adalah meningkatkan kapasitas. Peningkatan pengetahuan soal bencana dan bagaimana memitigasi dampaknya memang sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan,” kata Sekkot.

Mitigasi bencana tambah Latuheru, perlu terus ditingkatkan sejak dini kepada siswa-siswi, mengingat para siswa-siswi juga mempunyai kemampuan untuk memberikan informasi yang bermanfaat dalam mengurangi resiko bencana. “Diharapkan, lewat kegiatan Walikota mengajar yang dilaksanakan, dapat meningkatkan pemahaman para siswa dalam mengurangi resiko bencana di Kota Ambon,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed