AMBON,MRNews.com,- Beberapa desa di Kota Ambon maupun beberapa daerah di Maluku saat ini masuki musim buah durian, termasuk di Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel).
Negeri Naku Kecamatan Leitisel pun memanfaatkannya dengan menggelar festival makan durian, Sabtu (2/7).
Namun, untuk masuk makan durian di area festival, setiap warga yang datang harus merogok kocek 100 ribu membayar karcis. Dengan karcis itu, selain bisa makan, juga warga bisa bawa pulang satu ikat durian berisi 4-6 buah.
Yah, istilahnya “makan sambil beramal” bagi Jemaat GPM Naku yang menjadi tuan rumah pelaksanaan Sidang Klasis Pulau Ambon Timur tahun 2023 mendatang.
Pantauan media ini, Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena dan hampir seluruh pimpinan OPD termasuk Camat dan Lurah hadiri festival yang baru pertama kali digelar itu. Juga ada mantan Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Thomas Pentury.
Warga yang datang dari penjuru kota pun antusias meski dihantam terik matahari. Bahkan, mereka sampai ada yang membawa Tupperware untuk mengisi durian untuk dinikmati di rumah.
Warga Desa Larike Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, gandong Desa Naku yang tampil dengan tari Cakalele dan musik hadrat, kolaborasi dengan Totobuang Naku juga tak kalah bersemangat di momen itu. Harmonisasi hidup luar biasa tercipta.
Wattimena katakan, festival makan durian Negeri Naku ini patut diapresiasi, sebagai salah satu upaya pengembangan eko pariwisata di Kota Ambon.
Dimana setiap Desa/Negeri dan Kelurahan yang memiliki ciri khas tertentu, mesti terus dikembangkan, dipromosikan demi menarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke Kota ini.
“Pemkot memberi apresiasi kegiatan ini. Festival makan durian maknanya adalah orang Negeri Naku mau menunjukkan ke orang luar, bahwa Naku diberikan atau dianugerahi Tuhan kekayaan alam yang luar biasa,” terang Wattimena saat membuka festival tersebut.
Pemkot kata dia, berharap, festival makan durian Negeri Naku dapat menjadi wadah untuk mengangkat budaya dan pariwisata di city of Music ini.
Sementara, salah satu pengunjung festival dari Negeri Tengah-tengah, Uya Leurima mengaku, datang jauh-jauh hanya demi niat mencicipi nikmatnya buah durian yang sangat mempesona. Apalagi makannya langsung di Negeri dan dalam suasana kebersamaan.
“Durian ini kan buah musiman yang paling diburu wisatawan domestik maupun mancanegara. Sebab tidak semua daerah hasilkan buah ini, unik. Dia menjadi daya tarik tersendiri,” jelasnya.
Lewat momen ini pula, dilakukan lelang durian oleh panitia persidangan. Hasilnya, terkumpul Rp 34.600.000. (MR-02)











Comment