by

Kuti Kata; UKUR-UKUR LAI (Ayb. 12:12-13)

AMBON,MRNews.com,- “Tiap-tiap orang pung pande tuh tar sama” (=setiap orang memiliki kepandaian yang berbeda).

“La pande tuh bukang soal skolah ka tar skolah” (=dan kepandaian itu bukan soal berpendidikan atau tidak). “Tagal musti ada pengalaman lai” (=karena diperlukan juga pengalaman).

“Deng bukang pengalaman sa, mar ada niat bae dalang diri lai ka seng?” (=Dan bukan hanya pengalaman, melainkan apakah ada niat dari dalam diri atau tidak?).

“Kalu niat su ada jua, jang paparipi par stori ka biking apapa” (=jika sudah ada niat, jangan terburu-buru dalam berbicara atau melakukan sesuatu). “Timbang-timbang babae paskali” (=pertimbangkanlah yang matang).

Jadi:

“Ukur-ukur lai” (=pertimbangkan lagi). “Seng samua yang ale pikir tuh pas par segala keadaang” (=tidak semua yang anda pikirkan itu cocok untuk semua keadaan/situasi).

“Jang paksa kehendak, batul par ale balong tantu par orang lai” (=jangan memaksakan kehendak, karena apa yang anda anggap benar belum tentu orang lain juga demikian).

“Masing-masing deng tiap-tiap” (=masing-masing orang dengan pendiriannya).

“Ukur-ukur lai”, “tagal apa yang pas di siang seng bisa par malang” (=karena sesuatu yang bisa dikerjakan di siang hari tidak bisa dilakukan pada malam hari).

“Orang yang otak tar sanang saja yang kas manyala lampu di siang tarang” (=orang gilalah yang menyalakan lampu di siang hari).

“Jang biking hal yang di luar hadrat” (=jangan melakukan sesuatu di luar kelaziman). “Par ale mangkali bisa mar orang nilai ale otak tar sanang” (=mungkin bisa menurut anda tetapi orang yakin anda gila).

“Ukur-ukur diri lai” (=pertimbangkan kemampuan diri juga). “Ale mangkali pande, mar jang kira tau sgala hal” (=mungkin anda pandai tetapi jangan dikira anda mengetahui segala sesuatu).

“Ale pernah ukur aer masing tuh ada brapa beker?” (=Pernahkah anda mengukur air laut ada berapa gelas?).

“Itu guna mangapa musti timbang babae baru stori ka biking apapa” (=itulah gunanya mengapa harus mempertimbangkan segala sesuatu sebelum berbicara dan bertindak).

“Tiap-tiap orang su deng dong hikmat” (=tiap-tiap orang dengan hikmatnya).

Jumat, 20 Agustus 2021
Pastori Ketua Sinode GPM Jln Kapitang Telukabessy-Ambon
Elifas Tomix Maspaitella (Eltom). (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed