by

Kuti Kata; Dapa Unju (Mzm. 78:79-72)

AMBON,MRNews.com,- “Dapa unju” (=ditunjuk) merupakan suatu bentuk kepercayaan untuk “biking tugas-tugas tambong nih” (=melakukan berbagai tanggungjawab), “jadi jang tola” (=jadi jangan menolaknya).

Yang menarik ialah, sering “orang yang dapa unju” (=orang yang ditunjuk) tidak berada “pas dapa unju” (=saat ditunjuk), karena misalnya “ada pi dusung, ada pi kokahu, ada di rumah paduli anana” (=ada ke kebun, sedang mengail ikan, sedang di rumah melayani anak-anak).

Tetapi “pas bilang kata tadi ale dapa unju” (=saat disampaikan tadi anda ditunjuk), umumnya mereka menjawab “apa kong te?” (=ah masa?) atau “Iyo ka/bae, beta pi tanya antua do” (=baik, saya akan pergi menanyakan hal ini dari beliau).

Biasanya orang yang “unju” itu bisa raja, imam, pendeta, atau juga orang tua (untuk urusan dalam keluarga).

Memang ada beberapa yang “tola” (=menolak), tetapi ketika “datang tanya” (=datang bertanya), dan “dapa kas’ bicara” (=dinasehati) maka “tarima deng bae” (=menerimanya).

“Apalai dapa unju par karja par orang banya nih” (=apalagi ditunjuk bekerja untuk kepentingan orang banyak), “mau tola mar hati seng kas bae” (=mau menolak namun berlawanan dengan kata hati).

“Jadi tarima la biking akang babae” (=jadi menerima dan melakukannya dengan baik).

Orang yang “dapa unju” itu “samua tau mampu” (=semua mengetahui dia mampu), “kalu seng mau unju par apa” (=jika tidak untuk apa ditunjuk). “Tagal mampu, jadi dapa unju” (=tagal mampu makanya ditunjuk).

“Jang kata par urus dusung yang su ada tatanamang, bongkar ewang biru-biru lai mampu” (=jangankan untuk mengurus dusun yang sudah ada tanamannya, membongkar hutan rimba pun mampu).

“Jang kata ator mata rumah, satu bendar lai mampu” (=jangankan mengatur keluarganya, satu kota pun mampu).

“La kalu su dapa unju, jang bajang hogor putus ujung-ujung bendar” (=kalau sudah ditunjuk, jangan berkeliling kota hanya untuk menceritakannya) “mar unju karja” (=tetapi tunjukkan kerjamu).

“Tagal dapa unju tuh bukang par stori, mar par karja” (=karena anda ditunjuk bukan untuk banyak bicara melainkan bekerja).

“La jang karja sasenti, stori dua hasta” (=jangan bekerja sedikit, bicara banyak; ini ilustrasi tentang orang yang banyak bicara daripada bekerja).

“Jang skrek bendar basar, la lupa kalesang dusung sandiri” (=jangan kaget kota besar lalu lupa mengurus dusun sendiri).

“Dapa unju tuh par urus dalang rumah, dalang negri dolo” (=anda ditunjuk untuk mengurus keluarga atau negeri terlebih dahulu). “Jadi biking akang babae” (=jadi lakukanlah itu dengan baik).

“Kalu su dapa unju, jang paskali lupa sumbayang” (=jika ditunjuk, jangan melupakan jam doamu).

Salamat Hari Jadi Bendar Ambon ka 446
Selasa, 7 September 2021
Pastori Ketua Sinode GPM Jln Kapitang Telukabessy-Ambon
Elifas Tomix Maspaitella (Eltom). (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed