by

Kuti Kata; BAKU ATOR (2 Raja. 11:1-20)

AMBON,MRNews.com,- Ada beberapa ungkapan yang mengajari kita tentang persepakatan.

“Kongkalikong” sering menjurus pada “ator kajahatang” (=mengatur kejahatan), “ator sabarang-sabarang/salah-salah” (=mengatur hal yang salah), “ator rencana busok” (=mengatur rencana busuk).

Karena itu diingatkan “Jang jadi tukang kongkalikong” (=jangan menjadi orang yang suka merancang hal buruk).

“Baku akor/akord” lebih menjurus pada “sama-sama stuju” (=persetujuan bersama).

Jadi “bilang apa yang ale mau, beta bilang yang beta mau la katong akor/akord” (=sampaikan apa yang anda mau, saya sampaikan yang saya mau dan kita bersepakat).

“Akord jam, akord tampa, akord hari, akord datang sama-sama, pake baju kler sama, karja sama-sama” (=sepakat jam, tempat, hari, datang bersama, memakai baju sama warna, kerja bersama).

“Stori babae” (=bicarakan baik-baik). Ini sering terucap jika ada masalah dan “musti lakas biking abis” (=harus segera diselesaikan).

“Jang tinggal masalah lama-lama nanti kalu bakutatumbu di jalang la laeng buang muka par laeng.

Itu tarbae” (=jangan biarkan masalah tidak diselesaikan, nanti jika bertemu di jalan, saling membuang muka. Itu tidak baik).

“Stori babae” juga bertujuan agar “sama-sama sanang” (=sama-sama senang). “Jadi bakumangarti” (=jadi saling pengertian).

“Baku ator” (=mengatur bersama), biasanya ketika “ada mau biking apapa” (=ketika hendak melakukan suatu pekerjaan).

“Ator biar bisa bage, sapa biking ini, sapa biking itu, sapa tanggong sirih-pinang ka bakal sadiki” (=atur biar bisa berbagi tanggungjawab, siapa melakukan ini, siapa yang itu, siapa tanggung bekalnya).

Jadi “baku ator tuh samua par bae” (=mengatur itu tujuannya untuk hal yang baik).

“Tagal itu mau biking apapa tuh tanya-tanya dolo, jang poti” (=karena itu sebelum melakukan sesuatu, cobalah bertanya, jangan terburu-buru), “jadi kalu ada yang musti ator, baku ator babae” (=supaya jika ada yang masih harus diatur, kita mengaturnya baik-baik).

“Jang baku ator di blakang, itu kongkalikong” (=jangan mengatur di belakang, itu persekongkolan).

Salamat hari Merdeka lai, 17 Agustus 2021
Lapangan Merdeka Ambon
Elifas Tomix Maspaitella. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed