AMBON,MRNews.com,- Mengkonsumsi makanan siap saji setiap saat itu sangat tidak baik, karena bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting atau gagal tumbuh.
Hal itu diungkap oleh Kepala pemegang Gizi Dinas Kesehatan Maluku, Horib dalam dialog aspirasi publik yang digagas Polda Maluku di studio RRI Ambon membahas persoalan stunting di daerah ini, Rabu (8/2).
Dialog tersebut selain hadirkan Horib, juga Kasubbid Dokter Polisi Bidang Dokter dan Kesehatan Polda Maluku AKP Faisal Kastella dan Kepala BKKN Maluku Serles Brabar.
Horib menyayangkan masih banyak masyarakat yang ketika lapar lebih hobi mengkonsumsi makanan siap saji. Padahal, konsumsi makanan siap saji setiap saat itu sangat tidak baik, karena bisa menjadi salah satu penyebab stunting.
“Karena gizi yang diperoleh dari makanan siap saji tidak cukup. Maka mari kita rubah kebiasaan ini dengan disiplin mengkonsumsi makanan lokal yang padat akan gizi seperti ikan, telur, kacang- kacangan dan sayuran segar,” pintanya.
Penyebab stunting kata dia, adalah karena kurangnya gizi yang diterima anak. Kurangnya gizi mulai dari masa kehamilan ibu, dan anak tersebut lahir serta beranjak balita.
“Jadi anak yang menderita stunting itu diakibatkan kurang mendapat asupan gizi yang cukup mulai dari saat kehamilan ibu sampai anak itu lahir hingga beranjak balita,” katanya.
Anak yang mengalami stunting, kata dia, akan terlihat dari proses pertumbuhannya yang lambat dan daya kecerdasannya yang rendah.
“Anak-anak yang mengalami stunting ini akan terlihat dari kondisi fisiknya yang agak kurus dan tinggi badannya juga yang tidak sesuai dengan usianya yang sudah lebih tua,” jelasnya.
Dia memberi apresiasi kepada Polda Maluku yang sudah bekerja secara maksimal terkait penanganan persoalan stunting.
“Kami sangat salut dan mengapresiasi bapak Kapolda dan jajaran yang sudah ikut bantu kami lewat Bhabinkamtibmas dalam program kami yaitu “potong pele stunting” di Maluku. Kami harap Polda Maluku bersama kami dan semua komponen bisa tuntaskan masalah stunting sampai ke pelosok desa yang sulit dijangkau agar Maluku bebas stunting,” harapnya.
Hal yang sama juga disampaikan Sarles Brabar. Ia katakan, BKKBN Maluku saat ini fokus dengan masalah stunting, sebagaimana pemerintah pusat juga saat kini sedang fokus melalui peraturan Presiden tentang percepatan penanganan stunting di seluruh Indonesia.
Olehnya menurut Sarles, pihaknya sebagai penggerak yang berkolaborasi dengan semua pihak terkait dapat menuntaskan masalah stunting di Maluku. Hal ini dilakukan untuk penguatan generasi Indonesia yang produktif dan cerdas di masa mendatang.
“Kita saat ini boleh membangun gedung tinggi tapi juga harus ingat kalau sumberdaya manusia kita ini rendah maka bangsa kita tidak akan bisa maju. Sebaliknya jika sumberdaya manusia kita di Indonesia dan Maluku baik maka Indonesia dan Maluku juga pasti akan maju,” jelasnya.
Orang nomor 1 di BKKBN Maluku ini juga mengaku Maluku memiliki sumberdaya alam yang besar. Sehingga pemberian makanan seperti ikan, ayam, telur dan sayur-sayuran sangat penting untuk proses pertumbuhan generasi Indonesia.
“Kita di Maluku ini sumberdaya alam sangat besar sehingga mari kita semua berikan ikan, ayam, telur dan sayuran segar kepada anak-anak kita agar mereka bisa terhindar dari masalah stunting dan mereka memiliki kemampuan kecerdasan yang tinggi,” pintanya.
Sarles juga mengapresiasi Polda Maluku yang sudah berkolaborasi dengan BKKBN Maluku dan Dinas Kesehatan Maluku dalam penanganan masalah stunting di provinsi Kepulauan ini.
Sementara itu, AKP Faisal Kastella mengaku Polda Maluku dalam menyikapi program pemerintah pusat terkait masalah stunting, saat ini telah mengambil kebijakan dan langkah strategi.
Langkah strategi yang diambil, kata dia, tentu untuk menyelesaikan persoalan stunting di Maluku, sehingga dapat membentuk generasi emas Maluku di masa mendatang.
“Saat ini kami bersama tim dari BKKBN dan Dinas Kesehatan Maluku telah melakukan kegiatan sosialisasi masalah stunting terhadap Bhabinkamtibmas di jajaran Polresta Ambon. Tujuannya agar mereka bisa teruskan di desa binaannya sehingga penanganan masalah stunting di Maluku bisa cepat diselesaikan,” harapnya.
Dalam penanganan stunting di Maluku, Polda Maluku kata dia, mengedepankan tiga prinsip cepat. Yaitu cepat temukan masalah, cepat tangani masalah dan cepat laporkan masalah kepada pimpinan untuk pengambilan keputusan selanjutnya.
“Kami juga akan melakukan pendampingan terhadap keluarga yang beresiko mengalami stunting dan dalam pelaksanaannya kami akan mobile menggunakan mobil senyum kami,” ungkapnya.
Polda Maluku dan jajaran, tambahnya, akan tetap hadir untuk melayani masyarakat. Pihaknya juga meminta dukungan semua pihak sehingga Polda Maluku bersama seluruh komponen bisa menuntaskan permasalahan stunting di Maluku. (MR-02)







Comment