AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan Asosiasi Sopir Kota Ambon (ASKA) serta Ketua Jurusan Angkot telah menemui kata sepakat untuk naikkan tarif angkutan kota (Angkot) pasca pemerintah pusat lakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar dan Pertamax.
Namun soal besaran tarif batas atas dan bawahnya, masih akan menunggu kesepakatan alias lampu hijau dari para wakil rakyat yang ada di DPRD Kota Ambon.
Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena katakan, pihaknya telah lakukan koordinasi, diskusi secara intensif dengan ASKA sampai tengah malam terkait kenaikan BBM yang berdampak kepada supir Angkot dan masyarakat pengguna BBM.
“Kita sudah ada dibeberapa kesepakatan. Tapi saya bilang bahwa Pemkot tidak bisa memutuskan sendiri, harus dinilai, dilihat lagi oleh masyarakat yang terwakili melalui DPRD,” kata Wattimena di Pattimura Park, Selasa (6/9).
Oleh sebabnya, kata dia, hari ini rencana akan dilakukan koordinasi lanjutan antara ASKA, Ketua Jurusan Angkot dan DPRD Kota Ambon untuk membahas kemungkinan kenaikan tarif Angkot di kota Ambon.
Demikian pula soal kesepakatan yang sudah diambil dengan semua ketua-ketua jurusan Angkot telah bersepakat untuk tidak ada demonstrasi atau mogok beroperasi sepanjang belum ada hasil bersama DPRD.
“Mereka sudah sepakat bahwa sambil menunggu keputusan atau penilaian DPRD terhadap usulan kenaikan tarif Angkot itu mereka tidak lagi melakukan aksi mogok. Itu kesepakatan kita bersama semalam,” jelasnya.
Dengan demikian apakah bisa dipastikan kenaikan tarif Angkot bakal naik dan diumumkan pekan ini, Wattimena tegaskan, bisa saja terjadi, bahkan hari ini atau besok sudah terjadi kesepakatan.
“Bisa saja sebentar, atau besok. Tergantung nanti hasil koordinasi dan kesepakatan di DPRD. Tapi yang pasti pemerintah kota sudah cepat untuk menindaklanjuti itu, dan mudah-mudahan tidak ada lagi aksi demo sebagaimana kesepakatan,” kuncinya. (MR-02)











Comment