by

Kapolda Perintahkan Kapolres Siaga Satuan di Tanimbar Antisipasi Dampak Gempa

AMBON,MRNews.com,- Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif akui telah perintahkan Kapolres Tanimbar AKBP Umar Wijaya agar segera siagakan anak buahnya di Polres Tanimbar dan Polsek jajaran untuk antisipasi dampak gempa bumi tektonik 7,5 SR yang terjadi, Selasa (10/1).

“Saya perintahkan Kapolres untuk siagakan satuan-satuan di Polres Tanimbar untuk antisipasi dampak bencana tersebut,” tegas Irjen Lotharia usai Sertijab dan tradisi Farewall bagi mantan Wakapolda Maluku di Mapolda Maluku, Selasa.

Dikatakan, secara umum gempa yang terdampak langsung di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) itu masih aman karena belum adanya korban jiwa meninggal. Hanya ada satu korban luka.

“Hasil koordinasi dengan kewilayahan dan laporan yang masuk, belum ada korban jiwa. Hanya satu korban luka. Kita berharap dan berdoa memang tidak ada (korban jiwa),” jelas mantan Kapolda Nusa Tenggara Timur itu.

Namun begitu, sambungnya, Polri siap untuk datang langsung ke lokasi gempa walau itu hanya kerugian material. Dan Kapolres sudah bergerak untuk memonitor di Polsek-polsek dan wilayah.

“Mudah-mudahan, kita doakan semua agar tidak ada hal-hal yang menonjol di Maluku pada umumnya,” demikian Jenderal Polisi Bintang Dua itu.

Sebelumnya diketahui, Selasa (10/1/2023) pukul 00.47.34 WIB atau 02.47 WIT wilayah Pantai Utara Maluku Barat Daya, Maluku diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 7,5 SR.

“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,37° LS ; 130,23° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 136 Km arah BaratLaut Maluku Tenggara Barat, Maluku pada kedalaman 130 km,” kata Kepala BMKG Kelas II Ambon Djati Kuncoro.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi kata dia, merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Laut Banda.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” urainya.

Gempa ini berdampak dan dirasakan di daerah Saumlaki dengan skala intensitas V MMI, daerah Dobo, Tiakur IV MMI, daerah Sorong, Kaimana, Alor, Waingapu, Waijelu, Lembata dengan skala intensitas III-IV MMI, daerah Kairatu, Merauke, Nabire, Tanah Merah, Wamena, Bakunase, Kolhua, Sabu, Rote, Ende, Amarasi Selatan, Kota Kupang dengan skala intensitas II-III MMI dan daerah Ambon dan Piru II MMI.

Diakui, hasil permodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini berpotensi Tsunami, dengan tingkat ancaman SIAGA di Maluku Tengah, Kepulauan Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar P Yamdena dan Kota-Ambon.

Serta tingkat ancaman WASPADA di Maluku Tenggara, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Kabupaten Buru, Wakatobi, Kendari Pulau Watulumango, Kepulauan Kendari, Konawe Bagian Selatan, Kota-Kendari dan Kendari.

“Pemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status “Siaga” dan “Waspada” diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat menjauhi pantai dan tepian sungai. BMKG terus pantau data ketinggian tsunami di wilayah berpotensi terdampak dan akan sampaikan pemutakhiran informasi,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed