by

Jemaat GPM Syaloom Syukuri HUT ke-28 Dengan Sederhana

-Agama-32 views

AMBON,MRNews.com,- Setelah dimekarkan dari Jemaat GPM Bethania Klasis Kota Ambon 8 Januari 1995 untuk menjadi lebih mandiri, kini Jemaat GPM Syaloom telah memasuki usia 28 tahun, 8 Januari 2023.

Pada usia yang sudah cukup matang itu, Syaloom mengaktakan diri menjadi Jemaat yang terus bersyukur di usia ke-28 dalam sebuah kesederhanaan. Tak ada dekor mewah, kue HUT megah dan pesta kembang api seperti tahun lalu.

Syukur itu diungkapkan lewat kebaktian yang dipimpin Pendeta Rudy Rahabeat dihadiri Majelis Jemaat, panitia HHBG Jemaat, pengurus wadah organisasi dan pelayanan serta umat di keempat sektor, dihiasi petikan Ukulele anak-anak SMTPI, Senin (9/1/23) malam.

Rahabeat berpesan bahwa tugas kesaksian dan pemberitaan adalah tugas bersama baik pendeta, Majelis maupun umat. Banyak masalah dan tantangan tapi Tuhan jadi pelindung dan memberi kasih setiaNya bagi Jemaat GPM Syaloom.

“HUT ke-28 ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk merenungi, siapa diri kita.
Penting pula kita maknai kesadaran hidup. Artinya aktivitas dan bertumbuh sesungguhnya tidak punya kekuatan apapun, tapi tergantung dan berserah kepada Tuhan,” pesan Wakil Sekretaris Umum MPH Sinode GPM itu.

Di usia baru ini pula, diharapkan pelayan dan umat menjadikan semua karya selamat Allah sebagai karya pengabdian Jemaat. Ini jadi tekad bersama. Bahwa seluruh pelayanan yang dilakukan harus datangkan sukacita dan berkat dengan melakukan kebaikan.

Adapun Ketua Majelis Jemaat GPM Syaloom Pendeta L.F Samual katakan, usia 28 tahun bisa ditapaki Jemaat GPM Syaloom hanya karena kasih dan sayang Tuhan. Meski disadari dalam perjalanannya, sebagai Jemaat dan Gereja, banyak sekali tantangan dan persoalan dihadapi.

“Tuhan tidak pernah lepas tangan dari katong. Itu katong yakini kedepan pun, tantangan dan persoalan apapun, Tuhan masih tetap bersama dengan Jemaat GPM Syaloom untuk melangkah kedepan,” tukas Samual.

Dalam arak-arakan bersama ditengah pelayanan, pelayan dan umat tambahnya, dilengkapi untuk saling menopang dalam kerja dan utamanya karena Tuhan begitu baik sehingga kita syukur kepada-Nya harus terus diaktakan.

“Segala hal yang katong lalui dalam tugas melayani bersama, itu terjadi karena katong saling menopang, baik anak-anak, orang tua, pemuda/pemudi, remaja, laki-laki, perempuan. Itu yang membuat katong lebih kuat syukuri usia ke-28 dalam kesederhanaan,” ucapnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed