by

Jelang Pemulangan, Rumah Warga Kariu Dibakar, Kapolresta: Tanya ke Pa Bupati

AMBON,MRNews.com,- Situasi konflik antara Negeri Kariu dan Pelauw-Ory Kecamatan Pulau Haruku sedang “colling down” karena sudah ada kesepakatan damai yang diteken kedua belah pihak, meski hingga kini warga Kariu masih ada di pengungsian di Negeri Aboru.

Rekonsiliasi antar keduanya pun diwujudkan lewat rencana pemulangan warga Kariu ke Negeri asalnya sebelum hari Raya Natal, 22 Desember 2022, setelah proses rekonstruksi dan rehabilitasi dijalani.

Namun terjadi pembakaran lagi terhadap sejumlah rumah warga Kariu yang kosong oleh orang tak dikenal (OTK) memantik situasi bisa saja menjadi tidak kondusif.

Kejadian itu diketahui berdasarkan rekaman video amatir yang beredar berdurasi 1:10 menit, Senin (12/12).

Dalam video tersebut, terdengar suara seseorang yang menyebut “situasi saat ini di kampung Kariu beberapa rumah dibakar oleh beberapa orang yang tak dikenal”.

Terhadap kejadian itu, Penjabat Bupati Maluku Tengah (Malteng) Mat Marasabessy yang coba dikonfirmasi via telepon WhatsApp maupun jalur biasa, tidak aktif.

Demikian pula Penjabat Kepala Pemerintah Negeri Kariu, Samuel Jermias Radjawane yang terus dihubungi lewat seluler guna dimintai keterangan terkait aksi pembakaran rumah warganya oleh OTK juga tidak aktif dan merespons.

Sementara, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Rum Ohoirat yang dihubungi mengaku sementara berada di Maluku Tenggara (Malra) dan belum tahu perihal masalah tersebut.

“Beta sementara ada di Malra nih, belum tahu terkait masalah itu. Nanti saja e untuk konfirmasinya,” sebut mantan Kapolres Maluku Tenggara itu, Selasa (13/12).

Sedangkan Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease Kombes Pol Arthur Simamora enggan memberi keterangan. Karena sudah ada ada dalam kesepakatan bersama bahwa informasi dan keterangan apapun terkait kasus Pelauw-Kariu satu pintu yaitu di Penjabat Bupati.

“Kemarin kita sudah (sepakat) satu pintu saja, nanti biar semua informasi itu datang dari Bupati. Karena nanti kita ada satu sistem satuan tugas. Makanya beta juga nggak mau ngomong dulu, jangan sampai nanti kita salah sampaikan informasi antar instansi yah,” jelasnya.

Di waktu yang sama, Dandim 1504/Ambon Kolonel Inf Zamril Piliang yang berusaha dikonfirmasi pun baik melalui WhatsApp maupun jalur telepon biasa, tidak merespons.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,
hampir 10 bulan mencari titik temu pasca berkonflik, dua negeri bertetangga, Pelauw dan Kariu Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah akhirnya sepakat lakukan rekonsiliasi perdamaian.

Rekonsiliasi damai yang akhirnya terwujud itu tertuang dalam 22 butir kesepakatan dan pernyataan bersama yang diteken langsung Raja Negeri Pelauw Rasyad Effendi Latuconsina dan Penjabat Negeri Kariu, Samuel Radjawane.

“Hari ini sudah terwujud rekonsiliasi, niat damai sudah dituangkan secara tertulis antara kedua pihak baik itu Raja Pelauw dan pejabat negeri Kariu,” ujar Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif usai pertemuan rekonsiliasi Kariu-Pelauw di Kantor Gubernur Maluku, Senin (14/11).

Kapolda mengaku, sudah saatnya warga Pelauw dan Kariu terus menata masa depan yang semakin gemilang.

“Harapan kita, kita tidak lagi menoleh ke belakang, mari kita melihat ke depan. Mereka sepakat, kita sepakat, mewujudkan damai sejahtera khususnya antara warga Pelauw dan Kariu,” katanya.

Kesepakatan rekonsiliasi saat ini, kata Lotharia, juga atas bantuan Pemerintah Pusat melalui Deputi I Kantor Kesektariatan Presiden (KSP), Febri Calvin Tetelepta.

Pertemuan rekonsiliasi ini pun selain dihadiri KSP namun juga Kementerian PUPR, dan Kementerian Sosial serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mewakili Pemerintah Pusat (Pempus).

“Kami sangat terbantu dengan langkah-langkah yang dilakukan KSP dalam memberikan arahan yang kita tindaklanjuti secara bersama ini, Pemprov, Kodam, dan Polda, dan dilaksanakan Pj Bupati Maluku Tengah, Dandim dan Kapolresta,” ujarnya.

Rencananya setelah rekonsiliasi perdamaian, selanjutnya dilakukan rekonstruksi dan rehabilitasi, pemulangan warga Kariu yang ada di Aboru.

“Mohon ini juga didukung teman-teman dengan memberikan berita, informasi yang menyejukkan supaya tidak ada lagi katakanlah konflik-konflik di lapangan,” harapnya.

Sesuai timeline oleh KSP tambah Kapolda, tanggal 22 Desember atau sebelum Natal, adakan rencana proses akhir rekonstruksi dan rehabilitasi konflik Pelauw dan Kariu berujung pemulangan warga Kariu.

“Tanggal 22 adakan rencana proses, harapan kita sudah berjalan. Kita berdoa Insya Allah semua sebelum Natal, sebelum menutup akhir tahun ini, semua kembali lah. Katong samua basudara,” pungkas mantan Kapolda Nusa Tenggara Timur itu. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed