by

Jelang Akhiri Tugas, Richard-Syarif Rombak Birokrasi, 54 Pejabat Bergeser

AMBON,MRNews.com,- Menjelang akhiri masa tugas sebagai Walikota dan Wakil Walikota Ambon pada 22 Mei mendatang, Richard Louhenapessy dan Syarif Hadler melakukan perombakan birokrasi pada pejabat administrasi dan pejabat pengawas, Rabu (11/5/22).

Total ada 54 pejabat bergeser posisi. Salah satunya Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) merangkap Plt Kadis Dukcapil, Marcella Haurissa yang diganti dengan Hanny Tamtelahitu.

Hal itu sesuai surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Dirjen Dukcapil nomor 821.23-1829 Dukcapil tahun 2022 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan administrasi. Haurissa bersama tiga kepala bidang ikut digeser sesuai SK itu.

Haurissa sendiri yang cukup lama ada di posisi itu, digeser menjadi Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Ambon.

Ada juga Chris Tukloy yang sebelumnya Sekretaris Bappeda-Litbang Kota Ambon, kini diberi amanah baru selaku Kabag Administrasi Pembangunan.

Kemudian Herman Semy Tetelepta di posisi Kabag Umum Setkot Ambon, gantikan Jermias Aponno, yang kini didapuk sebagai Sekdis DPPKB. Kabag Pemerintahan Ema Waliulu, digeser ke pengelola penyelenggaraan Diklat pada BPSDM. Posisinya digantikan Alfian Lewenussa.

Selanjutnya, Ronald Lekransy yang sebelumnya adalah Kabag Administrasi Pembangunan, kini dipercaya sebagai Sekdis Kominfo-Sandi gantikan BerseLin Nanlohy yang jadi Sekdis DP3AMD.

Lalu Kabag Pengelola Barang dan Jasa (Barjas) Vedya Kuncoro dirotasi ke Sekdis Tenaga Kerja. Posisinya diganti Charly Tomasoa selaku Pj. Muhammad Abdul Azis; Sekdis Bappeda-Litbang dan Khairun Tunny Sekdis DLHP.

Selain nama-nama diatas, sejumlah pejabat pun ikut dilantik dan diambil sumpah oleh Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler sesuai
Keputusan Walikota nomor 315 tahun 2022 di ruang Vlissingen Balaikota Ambon.

Tak banyak yang diucap Wawali saat melantik ke-54 pejabat tersebut. Hadler hanya pesankan agar dapat menjalankan tugas dan tanggungjawab yang diemban dengan penuh dedikasi dan loyalitas tinggi serta melayani pakai hati.

Sementara, Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Agus Ririmasse mengaku, rotasi jabatan dalam sebuah organisasi adalah bentuk penyegaran. Apalagi 90 persen dari mutasi ini adalah mengisi kekosongan jabatan.

“Pemerintahan ini harus berjalan. Contoh Disdukcapil itu kepala bidang semua tidak ada. Karena sebelumnya ada yang meninggal dunia. Bagaimana mau pelayaan publik baik, kalau sebagian kepala bidang tidak ada. Maka harus kita isi,” jelasnya.

Rotasi jabatan ini tambahnya, tidak ada muatan apa-apa. Murni untuk penyelenggaraan pemerintahan.

“Tidak ada muatan apa-apa disini. Hanya demi penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan dengan baik,” kunci mantan Kadis Dukcapil Kota Kupang itu. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed