by

Inflasi Maluku Turun, Didominasi untuk Komoditas Pangan

-Maluku-51 views

AMBON,MRNews.com,- Tingkat inflasi di Maluku saat ini semakin terkendali dan lebih banyak terjadi pada komoditas pangan.

Inflasi Maluku secara bulanan mengalami deflasi sebesar -0,20% pada Oktober 2022 dan secara tahunan inflasi Maluku terus menurun dari 6,89% pada September 2022 menjadi 6,48% pada Oktober 2022.

Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGPP) Maluku Hadi Basalamah katakan, penurunan inflasi ini lebih banyak terjadi untuk komoditas pangan.

Dimana hal itu imbas dari suksesnya gerakan menanam yang dijalankan di seluruh kabupaten/kota yang menyebabkan produksi pangan khususnya cabai dan hortikultura alami kenaikan signifikan.

“Hal tersebut juga didukung dengan faktor cuaca yang sudah membaik,” jelas Basalamah didampingi Kepala Perwakilan BI Maluku kepada awak media di kantor Gubernur Maluku, Rabu (9/11).

Sehingga kata dia, tak mengherankan jika nilai tukar petani (NTP) Maluku terus meningkat dari 104,38 di bulan September menjadi 104,88 pada Oktober 2022 atau meningkat sebesar 0,48 persen.

Walau begitu, dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) masih terus dirasakan pada sektor transportasi sehingga sedikit menghambat laju deflasi. Oleh karena itu, efek domino dari kenaikan BBM masih harus terus diwaspadai hingga akhir tahun.

“Perkembangan situasi makroekonomi yang semakin membaik ini mengindikasikan bahwa ditengah ketidakpastian ekonomi global makin tinggi, namun perekonomian Maluku masih tetap tumbuh dengan baik serta stabilitas yang masih relatif terjaga,” urainya.

Dimana sambung Basalamah, pada triwulan III 2022 perekonomian Maluku tumbuh 6,01%, meningkat dibanding triwulan sebelumnya sebesar 4,85% dan triwulan yang sama tahun 2021 yaitu 4,12%.

Angka tersebut juga lebih tinggi dari angka pertumbuhan ekonomi triwulan 3 2022 secara nasional yakni sebesar 5,72%.

Pertumbuhan ekonomi Maluku tersebut dimotori pertumbuhan yang tinggi pada sektor produktif yakni industri pengolahan 10,70%, perdagangan 8,66%, informasi dan komunikasi 8,06%, jasa perusahaan 7,85%, pertanian, kehutanan dan perikanan 7,24% serta penyediaan akomodasi dan makan minum 7,16%.

“Capaian ini cerminkan aktivitas ekonomi Maluku semakin bergairah dimana terjadi peningkatan aktivitas produksi diberbagai sektor strategis. Ini juga berdampak pada bertambahnya kesempatan kerja sebanyak 8.089 orang dan menurunkan angka pengangguran terbuka dari 6,93% pada Agustus 2021 menjadi 6,88% pada Agustus 2022,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed