
AMBON,MRNews.com,- Setelah Polisi Wanita (Polwan), kali ini giliran personil Samapta, Humas dan SPKT Polda Maluku yang dilatih bagaimana peningkatan kemampuan dalam tugas dan pelayanan.
Kegiatan yang diinisiasi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Maluku itu dibuat secara hybrid (offline dan online) dengan menggandeng Prodi PGSD Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Rabu (9/11).
Karo SDM Polda Maluku, Kombes Pol Denny Y Putro mengatakan, saat ini Polri sedang hadapi cobaan cukup berat. Usaha yang dilakukan pimpinan Polri untuk memperbaiki citra Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terus dilakukan.
“Tindakan-tindakan oknum anggota Polri yang bertentangan dengan aturan dan norma masyarakat telah berdampak pada menurunnya indeks kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” kata Denny.
Olehnya itu, kata dia, Kapolri sebagai pimpinan tertinggi telah memerintahkan jajaran Polri dari tingkat Mabes sampai Polsek untuk melakukan pembenahan terhadap budaya organisasi yang lebih melayani.
Ini untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui Program Quick wins.
“Sebagai implementasi dari perintah Kapolri melalui program quick wins tersebut maka Polda Maluku mengambil langkah konkrit dengan melakukan pembinaan terhadap anggotanya terutama berkaitan dengan pelayanan secara langsung kepada masyarakat,” jelasnya.
Salah satu program yang dilakukan, adalah dengan pengembangan sumberdaya manusia unggul melalui program peningkatan kemampuan komunikasi publik.
Peningkatan kemampuan dijabarkan secara konkrit melalui peningkatan kemampuan komunikasi efektif bagi personil Samapta, Humas dan SPKT beserta di jajaran Polda Maluku.
“Melalui peningkatan kemampuan komunikasi efektif ini diharapkan anggota Polri terutama personil Samapta, Humas dan SPKT sebagai ujung tombak Polri dapat memiliki pemahaman dalam menghadapi permasalahan masyarakat,” katanya.
Personil Samapta, Humas dan SPKT juga diharapkan mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan tidak menimbulkan multi interpretasi yang dapat berdampak kurang baik terhadap Polri.
“Selain itu juga dapat meningkatkan kesan baik dari anggota Polri yang secara umum akan berdampak pada pelayanan masyarakat sehingga indeks kepercayaan masyarakat kepada Polri akan semakin meningkat,” jelasnya.
Dirinya minta, personil Humas, Samapta dan SPKT dapat menjadi pribadi yang mampu bersikap sebagai pelindung, pengayom dan pelayan yang berkarakter dengan kecerdasan emosional yang baik sehingga mampu menjadi teladan di masyarakat dalam memberikan pelayanan.
Diharapkan pula saling bekerjasama sebagai sebuah tim secara kolaboratif, serta menjauhkan sikap ego sentris dan ego sektoral yang akan menghambat pelaksanaan tugas di lapangan.
“Senantiasa berfikir maupun bertindak dengan kreatif dan inovatif sehingga tentangan tugas dapat diselesaikan dan mendapatkan hasil yang optimal,” pesannya. (MR-02)







Comment