by

GMKI Sarankan Gubernur Maluku Ikut Latihan Kepemimpinan Agar Bisa Sabar Terima Kritikan

-Maluku-214 views

AMBON,MRNews.com,- Aksi tidak terpuji Murad Ismail sebagai Gubernur Maluku yang mengundang “Adu Jotos” masyarakat yang berunjuk rasa sewaktu kegiatan peresmian Pelabuhan Merah Putih di kota Namlea, Kabupaten Buru, Sabtu (9/7) mendapat reaksi keras dari berbagai pihak.

Salah satunya Ketua GMKI Cabang Ambon Josias Tiven. Tiven menyampaikan pernyataan kritisnya itu sehubungan beredarnya tayangan video menampilkan sosok Gubernur tak kuasa menahan amarah dan mengajak demonstran untuk berkelahi.

Dirinya menilai perilaku orang nomor satu di Maluku ini sebagai perilaku otoriter, Diktatorian dan anti kritik. Dia pun sarankan sang Gubernur belajar latihan kepemimpinan pada GMKI, organisasi yang dipimpinnya.

“Sebagai bagian dari civil society saya sayangkan sikap Gubernur Maluku yang otoriter dan antikritik” sesalnya saat menghubungi media ini, Minggu (10/7).

Dalam era demokrasi semestinya Gubernur kata Tiven, harus mendengar keluh kesah dari masyarakat bukan sebaliknya mengajak berkelahi.

“Ini bukan era kepemimpinan diktaktor yang dengan tangan besi memerintah dan tidak mengindahkan suara masyarakat. Kalau sikap kepemimpinan Pak Gubernur seperti demikian, saya kira Pak Gubernur mesti ikut pelatihan kepemimpinan di GMKI biar bisa sabar dan menerima kritikan masyarakat dengan keramah-tamahan” ujar Tiven.

Lebih lanjut Tiven menuturkan Murad Ismail sebagai Gubernur harus mampu menjadi simbol ketokohan yang merepresentasikan karakter orang Maluku, bukan sebaliknya menonjolkan arogansi dan mental premanismenya.

“Sebagai pejabat publik, Pak Gubernur mesti mampu memposisikan diri sebagai pemimpin dengan karakter keramah-tamahan dan mampu mendengar keluh-kesah masyarakat. Karena Gubernur itu citra diri masyarakat Maluku, simbol ketokohan, representasi karakter rakyat Maluku,” tegasnya.

“Jangan sampai dari sikap arogransinya lalu orang luar melegitimasi Maluku sebagai daerah premanisme, karena dari watak kepemimpinan Gubernur sudah menunjukan sikap tersebut.” sambung mahasiswa S1 Hukum UKIM itu.

Terhadap realitas itu, Tiven berharap Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera memberikan teguran keras kepada Gubernur Maluku atas arogransi kepemimpinannya yang bermental preman.

“Hal ini bukan pertama kali terjadi tetapi sudah berulang kali ditunjukan kepada masyarakat baik lewat kata-kata maupun tindakan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Gubernur Maluku Murad Ismail tak terima didemo warga Kecamatan Batabual Kabupaten Buru saat dirinya berkunjung ke tanah Bupolo untuk jalani sejumlah kegiatan, Sabtu (9/7).

Dari video yang beredar di media sosial maupun yang diperoleh media ini berdurasi 29 detik serta live Tribun Ambon dari Namlea, Murad dan isteri bersama rombongan saat itu baru tiba di pelabuhan Merah Putih Namlea.

Murad disambut Penjabat Bupati Buru Djalaludin Salampessy beserta sejumlah pejabat berpakaian adat Buru, lalu masuk ke tenda VIP.

Acara belum juga dimulai. Tetiba, ada sejumlah pendemo yang belakangan diketahui mahasiswa Batabual datang dari luar tenda VIP area Pelabuhan meneriakkan sejumlah hal.

Mendengar namanya ikut disebut, MI bangkit dari kursi tempat duduknya dan menoleh ke arah pendemo, luar tenda VIP sembari layangkan tantangan “bakalai”.

“Woe, kasi masuk sini sudah, bakalai mari (berantem). Sudah lama saya ndah bakalai,” teriak mantan Dankor Brimob Polri kepada pendemo.

Widya Pratiwi Murad, isteri MI dan Penjabat Bupati Buru yang duduk bersebelahan, coba kendalikan emosi sang Gubernur.

Diketahui, Gubernur MI ke Buru untuk teken prasasti tanda selesainya 11 pembangunan infrastruktur di Kabupaten Buru dan melakukan berbagai rangkaian kegiatan. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed