
AMBON,MRNews.com,- Polres Kepulauan Tanimbar mencatat ratusan rumah warga, maupun fasilitas umum alami rusak ringan dan berat akibat gempa tektonik magnitudo 7,5 SR yang mengguncang, Selasa (10/1) pukul 02.47 WIT. Dua warga mengalami luka ringan.
Data sementara kerusakan akibat gempa yang terjadi di laut Banda pada kedalaman 131 Km itu, tersebar di 8 kecamatan yakni Kecamatan Nirunmas, Tanimbar Selatan, Wuarlabobar, Kormomolin, Wertamrian, Tanimbar Utara, Fordata dan Selaru,
Kapolres Tanimbar AKBP Umar Wijaya, katakan, di kecamatan Nirunmas tercatat 22 bangunan rusak ringan. Dua diantaranya Puskesmas Afirmasi Desa Tutukembong dan Waturu, serta gedung Gereja Betlehem dan rumah pastori.
Di Kecamatan Tanimbar Selatan, terdapat 3 bangunan rusak berat dan 29 rusak ringan. Satu diantaranya Puskesmas dan penginapan. Sisanya rumah warga.
Sementara di Kecamatan Wuarlabobar, satu orang warga luka ringan yaitu Samuel Keliduan. Ia tertimpa runtuhan bangunan rumahnya. Selain itu, juga 6 bangunan rusak berat dan 10 rusak ringan. Satu diantaranya tempat produksi Perusahan Siput di Desa Teineman mengalami rusak berat.
Untuk di Kecamatan Kormomolin, seorang warga mengalami luka ringan yaitu Kristina Ngilawan. Selain korban luka, juga terdapat 11 rumah warga rusak ringan.
Sedangkan di Kecamatan Wertamrian, terdapat 32 rumah warga mengalami rusak berat, 3 rumah dan gedung gereja mengalami rusak ringan.
“Kalau di kecamatan Tanimbar Utara, terdapat 3 bangunan toko rusak ringan. Di kecamatan Fordata 1 rumah warga rusak ringan di desa Welerang,” kata Wijaya, Rabu (11/1).
Untuk di Kecamatan Selaru, terdapat 5 bangunan mengalami kerusakan berat. Satu diantaranya gedung sekolah SMA Negeri 5 KKT, dan sisanya rumah warga.
“Situasi Kamtibmas pasca terjadinya gempa di wilayah hukum Polres Tanimbar hingga kini dalam keadaan kondusif dan aktivitas masyarakat berjalan normal,” pungkasnya. (MR-02)



Comment