AMBON,MRNews.com,- Polda Maluku menggelar pelatihan bahasa isyarat penyandang disabilitas bagi 30 personil Satker Polda Maluku dan Polres/ta jajaran di Rupatama Mapolda Maluku, Rabu (2/11).
Dalam pelatihan yang direncanakan selama tiga (3) hari itu, Polda Maluku menggandeng Komunitas Tunarungu serta Dinas Pendidikan Kebudayaan (Disdikbud) Maluku.
“Apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Disdikbud serta Para Komunitas Tuli Maluku yang telah mendukung kegiatan pelatihan bagi Personil di Polda Maluku ini,” kata Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif saat membuka kegiatan.
Pelatihan bahasa isyarat disabilitas ini, akuinya, merupakan bentuk dari peningkatan pelayanan Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, khususnya di wilayah Maluku.
“Dengan adanya pelatihan ini Polri semakin meningkatkan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat secara adil, sehingga kita butuhkan peningkatan kemampuan dalam berkomunkasi khususnya bagi penyandang disabilitas,” harapnya.
Kepada para peserta, mantan Kapolda Nusa Tenggara Timur itu meminta agar dapat mengikuti pelatihan dengan serius, serta memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya.
“Para peserta harus benar-benar mengikuti pelatihan dengan baik. Karena pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan anggota Polri dalam pelayanan publik terutama kepada kaum difabel,” tegasnya.
Para peserta juga diminta untuk terus meningkatkan kreatifitas dan inovatif dalam berfikir maupun bertindak. Sehingga tantangan tugas dapat dihadapi dengan baik dan mencapai hasil yang maksimal.
“Bekerja sama dalam tim secara kolaboratif, humanis dan jauhkan sikap ego sektoral yang akan menghambat patihan ini,” kunci Jenderal Bintang Dua Polri itu.
Diketahui, beberapa pemateri yang akan berikan pelatihan ke personil Polri diantaranya Eka Uktolseya, Pembina komunitas Tunarungu Maluku, Devana Tuhurelu (mahasiswa), Hani Kiriweno, S. Pd. (MR-02)











Comment