AMBON,MRNews.com,- Komitmen memajukan dunia olahraga di Kota Ambon khususnya dan Maluku pada umumnya mulai terasa. Usai Kejuaraan Kota (Kejurkot) untuk seleksi atlit ke event Pekan Olahraga Maluku (POPMAL) ke-IV sukses digelar KONI Kota dan Cabor, pengembangan atlit terus dilakukan.
Hal itu terjadi dengan dikirimnya dua atlit panahan asal Kota Ambon-Maluku untuk berlaga pada kejuaraan nasional (Kejurnas) Panahan Junior di Kota Jogjakarta tahun 2022, 16-24 Oktober.
Kedua atlit junior itu ialah Archer Gusti Helaha, siswa kelas XI IPA 1 SMAN 3 Ambon dan Bruce Rusel Wonmaly, siswa kelas X SMA Angkasa Lanud Pattimura dari Mulawana Archeri Club Desa Tawiri Kecamatan Teluk Ambon.
Sang pelatih, Mey Helaha/Elake katakan,
dalam Kejurnas Panahan ini, ronde atau devisi dan nomor yang dilombakan adalah
Devisi recuve (U-15 jarak 30 meter pa /Pa U-18 jarak 40 meter pa/Pi), Devisi Compound (U-15 jarak 30 meter pa/Pa, U-18 jarak 40 meter pa/Pi).
Devisi Nasional (U-15 jarak 30 meter pa/Pi, U-18 jarak 40 meter pa/Pi), Eliminasi perorangan 3 Devisi pa/Pi, Mix Team campuran pa/pi 3 Devisi dan Beregu 3 Devisi pa/pi.
“2 atlit Maluku kita mengikuti kategori Devisi Nasional U-15 jarak 30 meter dan U-18 jarak 40 meter putra,” tandas Mey via WhatsApp, Minggu (23/10).
Dikatakan, hasil dari Kejurnas, untuk ronde atau devisi nasional U-18 jarak 40 meter putra, Archer berada di urutan ke 32 dari 67 peserta dari 28 Provinsi dan untuk usia 15 ada di urutan yang ikut. Sedangkan Brush berada di urutan 63 dari jumlah 69 peserta.
“Dari urutan tersebut Archer Helaha melaju ke babak eliminasi atau babak aduan perorangan U-18, namun berhenti pada urutan 16 besar,” ulasnya.
Meski hasilnya belum sesuai harapan namun kata Mey, yang terpenting ialah proses dan pengalaman bagi keduanya untuk ikut event nasional, bersaing dengan pemanah junior dari 34 provinsi.
Apalagi keikutsertaan Archer dan Brush pun tanpa bantuan dari pemerintah, namun dengan biaya sendiri hingga puluhan juta Rupiah. Tentu bukanlah sesuatu yang mudah.
“Anak-anak pun ikut kejuaraan ditengah hujan, yang jelas berpengaruh ke kesehatan. Tapi ini demi bela dan bawa nama Maluku agar jangan ketinggalan dengan provinsi lain,” jelasnya.
Mey berharap, kedepan ada kepedulian dari pemerintah dan pihak sekolah terhadap keduanya yang meski masih junior, tapi sudah ikut event tingkat nasional membawa nama Kota Ambon dan Maluku, termasuk juga para pelatih. (MR-02)











Comment