AMBON,MRNews.com,- Proses Job Fit atau uji kesesuaian jabatan yang diikuti 27 Kepala Dinas (Kadis) telah usai dilakukan, Senin (5/12) lalu. Selanjutnya hasil Job Fit akan digodok tim Panitia Seleksi (Pansel) yang diketuai Sekretaris Kota (Sekkot) Agus Ririmasse selaku Ketua Baperjakat.
Anggota DPRD Kota Ambon Yusuf Wally katakan, baik Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena maupun Sekkot agar dalam memilih Kadis yang punya kapasitas, berkinerja baik, produktif terkait jabatan yang nanti dipercayakan.
“Keinginan terbesar kita adalah semua Kadis paham kinerja mereka, sesuai keahlian dan diri mereka di bidang terkait. Dalam proses kerja panjang semua Kadis, sebenarnya mereka lebih paham apa yang diinginkan masyarakat dan pimpinannya,” tandas Wally.
Permintaan itu penting ditindaklanjuti Penjabat Walikota maupun Sekkot. Agar kedepan ketika ada pengawasan dan pembahasan program kerja, maka Kepala Dinas yang bersangkutan sudah paham apa yang mesti dikerjakan, apalagi terkait upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
“Misalnya kita di Komisi II fokus stressing peningkatan PAD. Jangan sampai ada Kadis yang menolak atau tidak melanjutkan program untuk peningkatan PAD, padahal itu betul-betul dapat ditingkatkan guna menambah program kerja bagi masyarakat dalam menambah modal,” jelasnya.
DPRD kata politisi PKS itu, sebetulnya sudah punya gambaran, bahwa kepala dinas yang mendukung peningkatan PAD berarti perlu dipertahankan dan ditingkatkan jabatannya tetapi yang hanya gunakan anggaran tetapi tidak efektif peruntukan, itu yang perlu dievaluasi.
“Kalau hanya ingin anggaran besar tapi tidak dikelola secara efektif ya semua orang juga bisa. Tapi bagaimana anggaran yang besar diperoleh, dikelola tapi benar-benar untuk belanja modal bagi masyarakat cukup besar. Itu yang dibutuhkan seorang Kepala Dinas,” tegas legislator dua periode.
Apalagi tambahnya, seorang Kepala Dinas bidang pendapatan daerah pun harus betul-betul dikelola orang-orang yang punya jiwa patriot jiwa, pejuang. Artinya yang punya jiwa inovasi bahwa penghasilan itu bisa direbut dengan cara tertentu di Kota Ambon.
“Banyak area jasa yang dapat kita tingkatan khususnya retribusi daerah. Hari ini semua Kadis harus punya penekanan, jika dapat posisi itu, tetapi di pertanggungjawaban PAD dan retribusi tidak capai target, berarti harus dievaluasi tegas Walikota. Dia pun wajib diganti orang-orang berkomitmen,” akunya.
“Ada 16 dinas penghasil PAD di Kota Ambon. Enam bulan kedepan harus dievaluasi, siapa yang sudah capai target sampai setahun kedepan. Kalau ada dinas yang tidak capai target PAD dan retribusi daerah, maka mereka itu secara tegas harus dievaluasi,” pungkas Wally. (MR-02)









Comment