by

Diprakarsai Mantan Kapolda, Pastori Jemaat Kategorial Teratai Kasih Diresmikan Kapolda

-Agama-50 views

AMBON,MRNews.com,- Pembangunan Pastori Jemaat GPM Kategorial Teratai Kasih Polri-Tantui diprakarsai mantan Kapolda Maluku Irjen Pol Baharuddin Djafar. Yang kemudian meletakan batu penjuru 5 Agustus lalu dan diresmikan Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri dan Wakil ketua MPH Sinode GPM melalui penandatangan prasasti, Senin (30/11).

Dalam laporan panitia, pembangunan dilakukan 86 hari kerja mulai 5 Agustus-13 November 2020 dari rencana 60 hari namun terkendala cuaca. Dengan biaya sebesar Rp 145 juta dari Irjen Pol Baharuddin Djafar, Wakapolda Maluku, Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon.

Menariknya, personil Sat Brimob Polda Maluku dibantu warga jemaat yang mengerjakan pembangunan Pastori yang sejak mekar mandiri tahun 2015 dari Sinar Kasih Polri Perigi Lima baru memiliki Pastori permanen.

Saat peresmian, wakil ketua MPH Sinode GPM Pendeta Poli Refialy menyatakan, pelayanan apalagi kategorial, tak ada hunian maka pelayanan bisa terhambat. Sebab itu, rumah Pastori tak saja jadi tempat tinggal Pendeta/pelayan tapi jadi rumah penggembalaan persoalan umat.

“Diharapkan setelahnya kualitas pelayanan di Jemaat ini jauh lebih baik. Jadikan Pastori tempat pergumulan bagi umat dan bangsa, bisa memperoleh solusi,” tandas Refialy.

Sementara Irjen Pol Baharuddin Djafar mengaku, dirinya termasuk orang yang menyakini bahwa ketika hati diperbaiki maka baiklah orang itu. Sehingga diharapkan Pastori ini bisa berfungsi dan dimanfaatkan dengan baik bagi pelayanan kepada umat.

“Pemimpin itu melayani bukan dilayani. Jadi kalau mau jadi pemimpin harus jadi gembala. Maka Pendeta harus pakai Pastori untuk melayani lebih baik lagi semua jemaat dan umat dimanapun saat minta bimbingan. Sebab situasi Kamtibmas sangat tergantung dari kita memberi pelayanan bagi jemaat,” ingat mantan Kapolda Maluku.

Ditempat yang sama, Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri menegaskan, berdirinya bangunan Pastori ini ada beberapa dimensi yakni siapa yang prakarsai, siapa yang membangun, siapa yang meresmikan, siapa yang menempati/menghuni dan terakhir yang merasakan manfaat bangunan ini.

“Saya hargai apa yang dibangun sekarang. Maka harus rawat dan jaga terutama jaga keimanan, keihklasan dan ketakwaan kita terutama ibadah. Bukan hanya raga tapi jiwa, mental, roh dan etika agar kualitas hidup kita semakin lebih baik lagi,” pesan mantan Kakorlantas Polri itu. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed