by

Dimediasi Kapolda, Warga Batumerah Buka Palang Jalan, Eksekusi Ditunda

AMBON,MRNews.com,- Aksi palang jalan yang kembali dilakukan warga Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis (24/3), akhirnya dibuka setelah Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif menemui warga untuk mediasi secara langsung.

Mediasi Kapolda yang didampingi Wakapolda Brigjen Pol Jan de Fretes, Direktur Binmas, Dansat Brimob, Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, dan Dandim 1504 Ambon bersama warga terjadi di Masjid An Nur, Negeri Batu Merah.

Aksi palang jalan dilakukan warga Batu Merah sebagai aksi protes terhadap rencana eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri (PN) Ambon pada salah satu kawasan di Negeri Batu Merah.

Dalam mediasi tersebut, Kapolda meminta waktu untuk mempelajari akar permasalahan sengketa lahan yang terjadi hingga pada proses pengadilan.

“Terkait permasalahan yang terjadi, kami meminta waktu untuk mempelajari akar permasalahan hingga proses pengadilan terkait sengketa lahan ini,” pintanya.

Mantan Kapolda Nusa Tenggara Timur itu mengaku akan berkoordinasi dan mendorong pihak-pihak terkait untuk kembali duduk bersama dan mediasi.

“Biarkan proses hukum tetap berjalan, kami akan memberi saran dan masukan. Kita mendengar bukan berarti mencampuri tetapi mendengar untuk mengetahui akar masalah. Kita harus ciptakan image bahwa Maluku ini aman dan damai,” pintanya.

Orang nomor 1 Polda Maluku ini meminta warga untuk tidak membuka blokade jalan. Sebab hal itu sudah merugikan masyarakat lain yang akan melakukan aktivitasnya.

“Jangan tutup dan ganggu jalan umum. Selesaikan lewat proses hukum dan lakukan upaya-upaya hukum sesuai aturan. Kita minta pemuda dan masyarakat agar tertibkan jalan sehingga lalu lintas dapat dilancarkan seperti semula,” pintanya.

Sebelumnya, salah satu perwakilan warga meminta Kapolda untuk membantu berkoordinasi dengan instansi terkait sebagai perwakilan masyarakat Batu Merah.

“Kami meminta proses eksekusi untuk diberhentikan dan menarik seluruh personil Polri yang amankan eksekusi,” pintanya.

Masyarakat Negeri Batu Merah, lanjut dia, berjanji tidak akan memblokade jalan dan mengumpulkan massa, bila eksekusi dibatalkan.

Setelah mediasi berjalan, warga kemudian membuka blokade jalan. Kemacetan panjang akhirnya berhasil diurai aparat kepolisian. Rencana eksekusi lahan yang akan dilakukan pun terpaksa ditunda. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed