Dian Sastrowardoyo & Ali Fikry Bicara Tantangan di Film ‘ESOK TANPA IBU’

Dian Sastrowardoyo & Ali Fikry Cerita Tantangan di Film 'ESOK TANPA IBU'

Februari 20, 2026

Dian Sastrowardoyo dan Ali Fikry berperan sebagai pemeran utama dalam film ESOK TANPA IBU. Film ini menggabungkan unsur drama keluarga dengan kecerdasan buatan (AI) yang saat ini semakin populer digunakan.

Diceritakan, Rama (Ali Fikry) hidup dengan hubungan yang agak renggang dengan Ayahnya (Ringgo Agus Rahman). Satu-satunya orang yang benar-benar dekat dengannya hanyalah Ibunya (Dian Sastrowardoyo).

Namun, dunia Rama tiba-tiba hancur ketika Ibunya tiba-tiba jatuh koma. Di tengah perasaan kehilangan yang membuatnya semakin terpuruk, Rama tiba-tiba menemukan ‘jalan keluar’ melalui i-BU, sebuah AI buatan temannya yang mampu menampilkan wajah dan suara ibunya, serta menjadi alat bantu untuk merangsang kerja otak sang Ibu.

Pada sesi di KapanLagi Show, kedua aktor dan aktris dari generasi yang berbeda ini membicarakan banyak hal tentang film ESOK TANPA IBU, termasuk tantangan yang mereka hadapi saat syuting film ini. Simak selengkapnya di sini, KLovers!

Dian Sastrowardoyo Tirukan Suara AI

Dian Sastrowardoyo mengungkapkan bahwa tantangan baginya adalah harus berakting seperti AI dengan menirukan suara dari program kecerdasan buatan tersebut. Untuk mengatasi hal ini, aktris berusia 43 tahun ini memiliki cara tersendiri.

“Jadi ada acting voice-nya itu harus seperti AI. Jadi aku biar bisa melakukan voice seperti itu, aku sering berbicara dengan AI yang ada di handphoneku. Ternyata AI itu intonasinya selalu sama, seragam,” ujar Dian Sastrowardoyo.

“Kebulatan suara AI itu juga berbeda sangat dengan kita. Kita kadang-kadang saat berbicara kebawa emosi bisa menjadi cempreng atau apa saja. Namun, AI harus bulat terus seperti suara announcer,” lanjutnya.

Ali Fikry Punya Tantangan Tersendiri

Ali Fikry menyebut tantangannya adalah untuk menunjukkan rasa canggung dengan ayah, sebagai seorang anak yang ditinggalkan oleh ibunya yang telah meninggal dan jarang berkomunikasi dengan ayahnya.

BACA  Film Horor Indonesia Terbaru: Tonton Semua Genre di Minggu Pertama Maret 2025

“Tantangannya, membuat saya merasa canggung dengan ayah. Banyak orang yang merasakan bahwa perasaan saya terhadap ayah adalah kebencian. Padahal yang saya pahami bukanlah kebencian, tetapi bagaimana rasanya jika kalian tidak bisa membuka diri satu sama lain,” ujar Ali Fikry.

Karena karakter Rama kehilangan tempat aman dalam hidupnya, setelah kejadian itu (kematian ibunya) dia tidak tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan ayahnya. Ketidakmampuan untuk berkomunikasi itulah yang membuat saya menjaga jarak dengan ayah,” tambah Ali.

Artikel serupa :

Beri nilai postingan ini

Tinggalkan komentar

Share to...