by

Dalam 21 Jam, Dua Tersangka Pembunuhan di JMP Diringkus di Seith

AMBON,MRNews.com,- Hanya dalam waktu 21 jam sejak ditemukannya mayat Firman Ali alias La Tolle (20) yang dihabisi dan dibuang dibawah Jembatan Merah Putih (JMP), Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease berhasil meringkus kedua tersangka pembunuhan di Desa Seith Kecamatan Leihitu

Kedua tersangka ialah R (16) dan A (21) diamankan hari ini jam 08.30 Wit, usai polisi melakukan komunikasi dengan keluarga tersangka soal posisi keduanya.

“Dalam 21 jam untuk kedua pelaku sudah kami tangkap di Desa Seith dan diamankan,” kata Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease Kombes Pol Leo SN Simatupang kepada awak media di Mapolresta Ambon, Jumat (20/8).

Ketika diringkus, pihaknya kata Leo, mengamankan satu kendaraan yang digunakan tersangka dan korban diwaktu kejadian.

“Tersangka hanya ada dua ini, tidak ada tambahan tersangka lain. Keduanya merupakan tetangga korban yang juga tinggal di Waiheru dan tukang ojek,” urainya.

Dijelaskan Leo, awal mula penganiayaan hingga terbunuhnya korban lantaran ketiganya lebih dahulu mengkonsumsi minuman keras (Miras) di hotel Sahabat kawasan PGRI bersama satu rekan lain sebagai pemilik kamar hotel.

Disaat itulah terjadi kesalahpahaman diantara ketiganya. Usai Miras, ketiganya berencana kembali ke rumah korban di kawasan Waiheru dengan berboncengan pada satu motor.

Setiba di JMP, mereka berhenti diatas JMP dan terlibat cek cok dengan tersangka A berujung penganiayaan yang dilakukan kedua tersangka.

“Korban dipukuli diatas JMP dan pingsan. Untuk hilangkan jejak, dua tersangka lalu melempar korban kebawah JMP. Kejadian kira-kira Kamis jam 03.00 WIT. Harapannya korban mungkin masuk ke air tapi tersangkut di fondasi tiang JMP. Korban ditemukan kemarin siang jam 10.30 Wit,” beber Leo.

Pemilik kamar hotel sebutnya, menjadi saksi dan dijadikan petunjuk awal sehingga para tersangka bisa ditangkap. Kemungkinan adanya pelaku lain masih didalami.

“Pasal yang disangkakan pada kedua tersangka ialah pasal 338 KUHP tentang pembunuhan ancaman 15 tahun. Kami lagi kembangkan dengan lengkapi keterangan saksi pendukung lain dan saksi ahli apakah bisa menuju pasal 340 KUHP atau tidak,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed