AMBON,MRNews.com,- Pemuda dan masyarakat adat Negeri Batumerah Kota Ambon telah sukses menggelar Batumerah Sahur Song Festival (BSSF) Ramadhan 2023, Senin (10/4) kemarin.
Itu merupakan kegiatan yang baru pertama kali dan membuka ruang dihelat setiap tahun. Apalagi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon pun menyambut baik dan siap mensupportnya dengan akan masukan dalam kalender pariwisata tahun 2024.
Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena katakan, BSSF 2023 ini memberi makna sangat besar karena dilakukan ditengah suasana menjalankan bulan suci Ramadhan 1443/Hijriah.
Dimana tradisi lagu-lagu Sahur telah menjadi hasanah budaya Islam yang mengandung unsur-unsur syiar dan dakwah ajaran Islam yang harus terus dijaga.
“Festival ini cara atau kontribusi saudara-saudara untuk memberi semangat dan gairah tersendiri sekaligus meningkatkan amal kita kepada Allah SWT melalui seni dan budaya Islam,” sebutnya di Ambon, Selasa (11/4).
Pemkot kata dia, terus menyeimbangkan pembangunan fisik dan spiritualitas di kota ini. Sebabnya, kegiatan keagamaan seperti ini harus terus ditumbuhkan guna memperkuat spiritualitas warga kota demi mewujudkan Ambon yang harmonis, sejahtera dan religius.
Apalagi tambah Wattimena, BSSF 2023 ini pun perlu mendapat apresiasi karena turut mendukung brand Ambon sebagai UNESCO city of Music. Sehingga tepatlah bila diharapkan kegiatan tersebut terus berlanjut di tahun-tahun kedepan.
“Sebabnya diharapkan tidak berakhir tahun ini saja, tapi diteruskan setiap tahunnya. Dalam upaya mendukung pembangunan spiritualitas umat sekaligus mendukung Ambon kota musik dunia serta memupuk kebersamaan sebagai warga kota,” jelasnya.
Kalau ini terus dilakukan, dirinya yakin Pemkot dapat membangun kota Ambon dengan baik. Karena seluruh masyarakat mendukung lewat kegiatan-kegiatan positif. Sehingga tercipta situasi Kamtibmas dan toleransi antar umat beragama yang harmonis.
“Harus ada banyak kegiatan serupa digalakkan. Pemkot akan dukung kegiatan semacam ini. Dukungan itu dengan menjadikan event ini masuk kalender atau agenda pariwisata budaya dan agama Kota Ambon tahun depan,” tegas Wattimena.
“Artinya, kita tidak saja menjual spot wisata. Tapi pariwisata budaya ini yang harus kita bangun dan kembangkan di Ambon supaya saling terkait. Maka Pemkot juga mendorong seluruh desa/negeri untuk bentuk sanggar seni dengan tonjolkan ciri khasnya, yang bisa dijual sebagai nilai pariwisata kota Ambon,” kuncinya. (MR-02)











Comment