by

Berjuang di PON, Pulang ke Maluku Atlit Dayung Terlantar, Pemprov & KONI Maluku Dikecam

AMBON,MRNews.com,- Nasib apes diterima tim dayung Rowing provinsi Maluku usai berjuang mati-matian dalam membela panji raja-raja di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX-Papua.

Tim asuhan Anos Yermias itu sukses sumbangkan 6 medali di ajang olahraga bergengsi antar daerah itu yakni 3 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu, atau jadi cabang olahraga pengumpul medali terbanyak dan menempatkan Maluku di posisi 20.

Meski sukses “angka muka” Maluku di PON, namun perlakuan tidak elok harus diterima La Memo cs ketika tiba di Bandara Pattimura Ambon sepulang bertarung dari Papua, Rabu (13/10).

Para atlit dan official tim dayung serta muaythai dibiarkan terlantar di bandara, tanpa penyambutan sekedar “pengalungan bunga” bagi pahlawan olahraga dan penjemputan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan pengurus KONI Maluku.

Entah karena sibuk dengan kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin dan 5 Menteri ke Maluku, tapi fakta itu kemudian membuat andalan dayung Rowing Maluku yang juga peraih emas, Chelsea Corputty “memviralkan” dia dan rekan-rekannya ditelantarkan di bandara ke media sosial.

“Halo guys, kita pulang dari PON, kita cari jalan sendiri guys, ini atlit terlantar guys. Adoh kasiang lawang Maluku eee. Sudah sampai, tapi tidak ada jemput, cari jalan masing-masing,” celoteh Chelsea lewat siaran langsung Facebook yang viral.

Sontak, postingan itu pun mendapat reaksi negatif netizen yang menilai Pemprov dan KONI Maluku tak punya hati, membiarkan pahlawan olahraga yang sudah berjuang terlantar.

“Atlit dapat medali banyak-banyak jua sampe di Ambon, pengurus KONI Maluku seng pastiu deng atlit mo. Kasihan katong pung ade-ade, su berjuang sampe dapat medali, padahal KONI Maluku bisa cuek dengan atlit,” cetus Simson Masela di akun Facebook milik Anos Yermias.

Selain Simson, Joel Lewaherilla ikut berkomentar. “Maluku parah, pantasan atlit lari ke daerah lain,” ujarnya.

Senada, Rachel Sipahelut Makatita juga merasa kasihan dengan atlit, karena dapat medali untuk nama daerah tetapi dicuekin KONI dan Pemda Maluku.

“Tidak punya hati paskali. Pahlawan tanpa nama. Kami bangga dengan alit-atlit daerah yang berprestasi,” tuturnya.

“Prajurit pulang dari Medan juang dengan hasil gemilang baru z ada penyambutan yang layak Sadiki lai. Mar su talalu lai,” tandas Latupeirissa. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed