by

Berdedikasi & Bantu Tangani Covid-19, Pemkot Ambon Beri Penghargaan 1.608 Pelayan Kemanusiaan

AMBON,MRNews.com,- Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, dukungan dan bantuan dalam menekan penyebaran Covid-19 di Kota Ambon, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon (Walikota) dan Gubernur Maluku memberi penghargaan kepada 1.608 orang pelayan kemanusiaan Covid-19.

Sebab saat ini, atas kerja keras semua pihak, Kota Ambon berhasil menembus zona kuning atau resiko penyebaran rendah Covid-19, dengan skoring zonasi 2,68. Karena kasus positif melandai, angka kesembuhan meningkat dan kasus kematian stagnan.

1.608 pelayan kemanusiaan yang menerima penghargaan diantaranya Danrem 151/Binaiya sebagai unsur pembina Satgas Covid-19 provinsi Maluku, Forkopimda Kota Ambon, Korwil BIN Kota Ambon, manajemen dan staf beberapa rumah sakit, beberapa manajemen hotel, guest house, LPMP, Balai Diklat, Badan Diklat, Asrama Haji sebagai rumah sakit lapangan.

Kemudian, tenaga medis (para dokter), tenaga kesehatan, tim pemulasaraan jenazah, tim pemakaman jenazah, lembaga My Home Ambon, anggota Satgas Kota Ambon, tim Yustisi penegakan protokol kesehatan kota Ambon, anggota Satgas PPKM kecamatan, anggota Satgas PPKM negeri/desa/kelurahan.

Selanjutnya, rumah makan atau restoran penyedia konsumsi, tim distribusi makanan, tenaga relawan pada rumah sakit lapangan, Epidemiolog, duta sosialisasi perubahan perilaku, pihak ketiga dan tenaga pengelola limbah B3, pihak laboratorium BTKLPP Kelas II Ambon, BPOM Ambon, Tagana, PKM dan PSM, penyedia material Bansos Misbar, kantor Kementerian Agama Kota Ambon dan para pemuka/tokoh agama Kota Ambon.

Namun pada kesempatan penyerahan, Rabu (1/9/21), hanya 68 perwakilan menerima penghargaan dalam rangka songsong HUT ke-446 Kota Ambon. Sisanya, baru akan diberikan pada waktu mendatang.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy katakan, penghargaan diberikan kepada 1.608 pelayan kemanusiaan karena sejak Pandemi menyebar di Kota Ambon pada Maret 2020 lalu, pemerintah kota (Pemkot) Ambon mencurahkan perhatian penuh dalam penanganan Covid-19.

Dikatakan, tidak dapat dipungkiri upaya memutus rantai Covid-19, Pemkot dibantu tim PSBB, TNI, Polri, dan relawan serta supporting system lainnya yang menjadi garda terdepan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan.

“Khusus para tenaga kesehatan (Nakes), dalam menjalankan tugas, mereka bukan tanpa hambatan dan tantangan. Banyak penolakan, caci maki, fitnah serta tudingan miring’ harus diterima. Resiko terpapar Covid-19 juga harus diterima karena konsekuensi tugas itu,” tandasnya.

Tapi bersyukur meski Nakes lelah dalam melayani pasien Covid-19, tapi tidak pernah ada kata menyerah. “Jika sebaliknya, pasti kota Ambon akan terpuruk atasi kondisi Pandemi Covid-19 saat ini,” puji Walikota.

Atas kerjasama dan kerja keras semua elemen itu termasuk Nakes, kata Walikota, Ambon semakin tangguh untuk keluar dari masa Pandemi Covid-19, baik secara sosial, politik, ekonomi maupun kesehatan. Dimana zona kota Ambon masih di kuning, dengan tingkat kasus melandai dan sembuh tinggi.

“Dan HUT ke-446 Kota Ambon pada 7 September mendatang harus jadi momentum balik terwujudnya Ambon Tangguh itu. Sehingga kita bisa segera hidup dan beraktivitas secara normal,” urainya di aula RSUP dr Leimena, Desa Rumah Tiga Ambon, Rabu (1/9).

Sementara, Plt Direktur RSUP dr J Leimena dr Azwar Usman mengapresiasi kerja keras Pemkot dan semua elemen terkait dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, apakah itu edukasi protokol kesehatan, operasi yustisi hingga gencarnya vaksinasi.

“Jadi tanggungjawab kita semua untuk menggerakkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebab Covid-19 masih mewabah. Dan Ambon tangguh sebagai tema HUT kota jadi sebuah motivasi dan stimulus bagi pemerintah dan masyarakat mampu melawan Covid-19,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed