by

Bawa Kuliah Perdana di IAKN Ambon, Wattimury: Kampus Berperan Dalam Pembangunan

AMBON,MRNews.com,- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon mengawali semester ganjil tahun akademik 2021/2022 dengan melakukan kuliah perdana, dengan narasumber Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury.

Politisi PDI Perjuangan itu membawa materi dengan tema pembangunan masyarakat Maluku di era New Normal Pasca Pandemi Covid-19 kepada ratusan dosen dan mahasiswa yang mengikuti secara offline di Auditorium IAKN Ambon kawasan Halong Atas dan lewat zoom meeting, Rabu (8/9).

Dalam paparannya, Wattimury katakan, pendidikan sangat penting dewasa ini dan karena itu pengembangan pendidikan harus didorong DPRD sebagai wakil rakyat agar berjalan dengan sebaik baik-baiknya, termasuk rencana IAKN beralih status ke UKN.

Dikatakan, berhasilnya pembangunan sangat ditentukan partisipasi masyarakat termasuk warga kampus. Partisipasi itu dalam perencanaan pembangunan, dalam membiayai pembangunan, dalam mobilisasi sumber daya alam maupun manusia, serta menjaga SDA dan SDM.

“Kampus mesti menjadi icon pembangunan masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat, tridharma pembangunan, salah satunya kuliah kerja nyata. Apa yang dilakukan IAKN selama ini lewat programnya diberbagai daerah bagian dari menciptakan pembangunan masyarakat di Maluku apalagi di-era Pandemi,” sebutnya.

Kampus tambahnya, mesti menjadi tank pemikir pemerintah. Memberi sumbangsih, kritik dan masukan dalam merekonstruksi pembangunan terutama manusianya. Sebab dari kampus, menciptakan lulusan produktif yang siap pakai oleh publik.

“Membangun masyarakat Maluku ini tidak bisa kerja sendiri. Harus lewat kolaborasi dan kerjasama. Apalagi Pandemi Covid-19 saat ini menjadi tantangan bagi dunia kampus yang harus menciptakan ide, gagasan dengan menyesuaikan kondisi,” sebut Wattimury.

Lebih jauh kata Wattimury, bicara masalah pembangunan tidak lepas dari salah satu persoalan, kemiskinan. Dan harus diakui Maluku memang masih menjadi Provinsi termiskin keempat di Indonesia. Untuk mengurai masalah kemiskinan, itu tugasnya pemerintah pusat, daerah dan kabupaten/kota.

“Kunci mempercepat pembangunan Maluku salah satunya juga harus menguasai teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) harus menjadi pilar utama pembangunan dan kampus menadi leadingnya. Menguasai IPTEK begitu penting saat ini di-era 4.0,” tandasnya.

Baginya, sukses tidaknya sebuah pembangunan juga tergantung pada ketaatan aturan. Penerapan aturan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 kunci masuki era New Normal atau adaptasi kebiasaan baru.

“Adaptasi diri dengan situasi Covid-19 saat ini tidak bisa dihindari. Jadikan masker da. Prokes lainnya sebagai kebutuhan dan budaya, serta juga ikut Vaksinasi,” pesan legislator tiga periode itu.

Sebelumnya, Rektor IAKN Ambon Dr A.Ch Kakiay tegaskan, menghadirkan Ketua DPRD Maluku memang sudah ada dalam perencanaan beberapa tahun lalu bahkan sebelum Pandemi Covid-19. Sebab lembaga DPRD memiliki peran strategis sebagai penentu kebijakan dan pembangunan dalam Tupoksinya.

“Kita ingin mendengar pandangan wakil rakyat dalam menentukan kesuksesan pembangunan masyarakat Maluku di era New Normal Pasca Pandemi. Memang Covid-19 di Maluku juga belum berakhir, tapi setidaknya konstruksi pemikiran itu perlu menjadi referensi bagi warga kampus IAKN Ambon,” tandas Kakiay.

Sebab kondisi Pandemi Covid-19 juga tambahnya, berdampak pada semua aspek pembangunan baik kesehatan, ekonomi, sosial termasuk dunia pendidikan yang harus melakukan penyesuaian. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed