by

Amankan Idul Fitri di Maluku, 3.530 Personil Gabungan Dikerahkan

AMBON,MRNews.com,- Operasi Ketupat Salawaku tahun 2022 yang diinisiasi Polda Maluku akan mulai digelar 28 April-9 Mei 2022 mendatang.

Dalam operasi ini, total 3.530 personil dikerahkan untuk amankan hari raya Idul Fitri 1443/Hijriah. Terdiri dari 402 personel TNI, 2.478 Polri dan 650 personel dari instansi terkait.

“Ribuan personel ini akan ditempatkan di 47 pos pengamanan, 27 pos pelayanan dan 4 pos PAM terpadu antar instansi terkait di pelabuhan, bandara terminal dan sebagainya,” tandas Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif usai apel gelar pasukan operasi Ketupat Salawaku 2022 di Lapangan Tahapary-Tantui, Jumat (22/4).

Menurutnya, operasi tersebut merupakan wujud sinergitas Polri dengan instansi terkait untuk menjamin masyarakat aman dan sehat ketika melakukan mudik Idul Fitri 1440 Hijriyah hingga balik, sesuai tagline operasi. Maka pengamanan tetap utamakan profesional dan humanis.

Pengamanan Idul Fitri, sambungnya, tidak terlepas dari kebijakan pemerintah melalui In-Mendagri nomor 22 tahun 2022 tentang PPKM yang diberlakukan tanggal 19 April – 9 Mei 2022 serta Surat Edaran Satgas Covid- 19 Nomor 16 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang dalam Negeri pada masa Covid-19 yang berlaku efektif mulai 2 April 2022.

“Bapak Presiden Joko Widodo memberikan keleluasaan kepada masyarakat tahun ini dibolehkan mudik tapi dengan tetap penuhi syarat protokol kesehatan. Manfaatkan mudik gratis lewat kapal yang disediakan oleh pemerintah provinsi,” jelasnya.

Mengenai titik rawan selama pengamanan Idul Fitri kata dia, harus memperhatikan dari informasi BMKG mengenai cuaca, ombak dan sebagainya, kemudian memberi atensi pada pintu-pintu masuk seperti pelabuhan, bandara dan terminal.

“Kita menghimbau masyarakat dan unsur pelaksana seperti KSOP agar juga memperhatikan aspek keselamatan. Jangan hanya mementingkan keinginan masyarakat sehingga mungkin kapal overload dan sebagainya,” ingatnya.

Bersama TNI juga, Polri kata dia, memonitor pelabuhan rakyat yang tidak ada petugasnya secara lengkap. Sebab biasanya masyarakat juga pada hari-hari libur nantinya, mereka akan wisata dan sebagainya yang perlu juga diantisipasi.

“Kami juga ingatkan pengelola wisata untuk juga siapkan personil dan peralatan keamanan dengan baik karena beberapa kejadian terjadi justru di hari libur. Dimana tempat-tempat wisata ini lengah sehingga banyak terjadi kecelakaan menonjol yang mengakibatkan korban,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed