Quarter Pertama Tahun 2025 Dimeriahkan dengan Film ‘Rumah untuk Alie’
– – Quarter pertama tahun 2025 diwarnai oleh film-film baru, salah satunya Rumah untuk Alie. Film ini tidak hanya menguras air mata tapi juga menyentuh hati. Pasalnya, ada pesan untuk menciptakan ruang aman di keluarga.
Hal itu menjadi sorotan bagi Ai Maryati Solehah selaku Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
“Saya berkali-kali tak mampu menahan air mata. Cerita dalam film ini sangat relevan, persis seperti pengaduan-pengaduan yang kerap kami terima di KPAI. Ini film yang sangat menyentuh, sangat touching!” ungkapnya dengan penuh haru belum lama ini.
1. Berakar dari Rumah
Film ini secara gamblang memperlihatkan bahwa bullying bukan hanya terjadi di sekolah atau dunia maya, tapi bisa berakar dari rumah. Dari ucapan orang tua yang membandingkan kakak dan adik, dari sikap yang mengabaikan perasaan anak, hingga tekanan yang tak terlihat namun membekas mendalam.
“Langkah awal untuk mengakhiri perundungan bisa dimulai dari rumah kita sendiri. Dengan menciptakan ruang aman di keluarga dan tidak membiarkan kekerasan verbal atau emosional terjadi di antara anggota keluarga,” imbuh Ai Maryati.
2. Menjadi Pelukan
Rumah untuk Alie menjadi cermin yang menegur, sekaligus menjadi pelukan hangat untuk para korban yang selama ini merasa sendirian.
“Film ini bukan hanya hiburan. Ia adalah seruan. Ia adalah harapan,” tutup Ai Maryati.
Rumah untuk Alie resmi tayang di bioskop mulai 17 April 2025. Film ini dibintangi oleh Anantya Kirana, Rizky Hanggono, Tika Bravani, Dito Darmawan, Rafly Altama Putra, hingga Andryan Didi.
Artikel serupa :
- Syuting ‘Titip Bunda di Surga-Mu’ di Semarang: Bikin Penonton Indonesia Terharu
- TITIP BUNDA DI SURGA-MU: Review Movieverse
- Film-Film Terbaik Cannes 2025: Guncang Layar Indonesia dari Iran hingga Chile
- Film Keluarga Hollywood : Rekomendasi Nonton Lagi di Lebaran
- 20+ Ide Hadiah Lomba 17 Agustus: Murah & Berguna untuk Ibu, Meriahkan HUT RI!

Sebagai jurnalis televisi yang telah berkarier selama lebih dari delapan tahun,
Rizky Aditya dikenal karena kepiawaiannya dalam menyajikan laporan
langsung dan investigasi mendalam.






