Di tengah rentetan peristiwa yang menyempitkan ruang publik dan batin, suara kini diposisikan sebagai jalan keluarnya. Menyambut International Music Day 2026 pada 1 Oktober, kolektif seni yang menamakan diri KAPEGUNG menggelar rangkaian kegiatan yang menempatkan bunyi sebagai alat kolektif untuk meredakan kecemasan, menghubungkan komunitas, dan merebut kembali ruang kota.
KAPEGUNG, yang bermula sebagai pergerakan kecil antar-musisi dan aktivis suara, memperluas jangkauannya tahun ini lewat program campuran pertunjukan langsung, ruang dengar terkurasi, dan intervensi sonik di ruang publik. Agenda mereka dirancang agar bisa diakses warga dari berbagai usia dan latar belakang—baik yang hadir langsung maupun yang mengikuti secara daring.
Bagaimana acara semacam ini relevan sekarang? Dalam beberapa tahun terakhir publik menghadapi tekanan berulang—krisis iklim, konflik, hingga informasi berlebihan—yang membuat kebutuhan terhadap pengalaman kolektif dan jeda psikologis makin nyata. Dengan menempatkan bunyi sebagai medium, KAPEGUNG menawarkan alternatif non-verbal untuk menyusun ulang ritme sehari-hari dan memberi kesempatan bagi pendengar untuk “bernapas” kembali.
Rangkaian kegiatan utama
Di bawah ini adalah sorotan aktivitas pada perayaan yang berlangsung di berbagai titik selama akhir September hingga puncaknya pada 1 Oktober:
| Waktu | Kegiatan | Format | Peserta |
|---|---|---|---|
| 25–30 September 2026 | Soundwalk & rekaman lapangan komunitas | Tur berjalan, workshop | Umum, komunitas lokal |
| 1 Oktober 2026 (siang) | Sesi dengar terkurasi: koleksi rekaman lapangan | Ruangan dengar hibrida | Pengunjung dan penonton online |
| 1 Oktober 2026 (malam) | Panggung kolaborasi: tradisi & elektronik | Konser terbuka | Publik, inklusif |
| 2 Oktober 2026 | Diskusi panel: suara, ruang publik, dan kesejahteraan | Seminar & Q&A | Akademisi, praktisi, umum |
Beberapa kegiatan berlangsung serentak di ruang terbuka kota, dengan pengaturan suara yang dimaksudkan untuk tidak mengganggu lingkungan—sebuah upaya menyeimbangkan ambisi artistik dan sensitivitas publik. Penyelenggara menekankan bahwa proyek ini bersifat partisipatif: rekaman lapangan yang diperdengarkan sebagian dikumpulkan dari warga yang ikut serta selama pekan sebelum puncak acara.
Mengapa fokus pada bunyi penting
Suara berperan lebih dari sekadar hiburan; ia membentuk cara kita merasakan lingkungan. Dalam format yang tepat, bunyi dapat mengurangi ketegangan, mempererat ikatan sosial, dan membuka ruang refleksi. KAPEGUNG memanfaatkan potensi ini dengan menyajikan pengalaman mendengarkan yang sengaja lambat dan terstruktur—sebuah antitesis terhadap arus informasi cepat yang mendominasi keseharian.
Namun, inisiatif ini juga memunculkan pertanyaan praktis: bagaimana memastikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas pendengaran, atau bagaimana mengukur dampak jangka panjang pada kesejahteraan? Penyelenggara mengakui tantangan tersebut dan menyatakan komitmen untuk mengembangkan format inklusif serta evaluasi pasca-acara.
Implikasi dan peluang
Perayaan seperti ini menawarkan beberapa konsekuensi nyata bagi publik dan pengambil kebijakan:
- Mendorong pendekatan kebijakan kota yang memperhatikan kualitas suara publik, bukan sekadar mengatur kebisingan.
- Membuka ruang bagi kolaborasi lintas disiplin—musisi, perencana kota, dan profesional kesehatan mental.
- Mengembangkan model acara hibrida yang menjangkau audiens lebih luas tanpa kehilangan kedalaman pengalaman.
Untuk pembaca, partisipasi tidak harus selalu dalam bentuk hadir di lokasi. Banyak sesi yang disiarkan daring dan beberapa materi dengar dapat diunduh sebagai arsip suara—sebuah cara mudah untuk mencoba praktik mendengarkan yang berbeda tanpa harus jauh pergi.
Penutup
Dengan menempatkan bunyi sebagai medium perayaan pada International Music Day 2026, KAPEGUNG menunjukkan bahwa musik dan pengalaman mendengar yang dirancang dapat menjadi respons kolektif terhadap tekanan zaman. Bukan sekadar konser, acara ini mencoba membangun ulang hubungan antara warga, ruang, dan cara kita bernafas bersama di tengah kepadatan informasi.
Informasi lebih lanjut tentang lokasi, jadwal lengkap, dan akses siaran tersedia melalui saluran resmi KAPEGUNG dan mitra penyelenggara setempat.
Artikel serupa :
- Noise Tangsel: M. Ramdhani sulap kebisingan kota jadi pertunjukan audio
- Ngaos Art Tasikmalaya gelar 7 kali pulang: karya doa dan dzikir menyambut ulang tahun
- Terap Festival #2 Guncang Bandung: “Caang Mumbul Dina Batok”, Perayaan Spektakuler Kota Kreatif!
- Ngaos Art di Kota Inten: pertunjukan bernostalgia, dimensi meta teater terabaikan
- Public speaking curi perhatian di ngaos art: bahasa jadi alat sulap monolog

Dewi Permata adalah jurnalis hiburan yang memiliki hasrat besar terhadap
dunia perfilman, musik, dan budaya populer. Dengan pengalaman lebih
dari tujuh tahun di industri media, ia telah melakukan wawancara
eksklusif dengan banyak tokoh terkenal dan mengulas berbagai tren di
industri hiburan.






