Keberadaan musik live di kafe-kafe Tasikmalaya mendapat momentum baru sejak kemunculan Euforia Band, yang belakangan sering tampil pada acara komunitas dan acara sekolah. Penampilan terbaru mereka pada 12 Maret 2026 dalam acara buka puasa bersama siswa menegaskan bahwa band lokal ini mulai menjadi pilihan bagi penyelenggara acara kecil dan kopi-kopdar anak muda.
Pentas di OK Coffee and Eatery itu diselenggarakan oleh siswa SMA Negeri 3 Kota Tasikmalaya—khususnya kelas E.7 dan E.6—bersama wali kelas mereka, Bunda Mell dan Bunda Neu. Nuansa malam itu hangat: lagu-lagu akrab dibawakan secara santai sehingga momen berbuka terasa lebih personal bagi peserta dan tamu yang hadir.
Awal dan niat band
Euforia terbentuk sekitar Mei 2025, sebuah titik awal yang menandai munculnya grup baru di kancah musik kafe lokal. Nama band dipilih untuk mencerminkan tujuan sederhana namun jelas: menghadirkan suasana gembira dan energi positif saat tampil di depan orang banyak.
Menurut salah satu personel, Irsan, tujuan bermusik mereka tidak rumit—bukan semata mencari ketenaran, melainkan memberi hiburan dan suasana yang menyenangkan bagi penonton. Sikap ini terlihat konsisten dari pilihan lagu dan cara mereka berinteraksi di atas panggung.
Siapa saja yang berada di panggung
- Vokal utama — dipimpin oleh figur yang kerap bertindak sebagai penghubung dengan audiens; gaya komunikasi yang santai membuat penonton cepat akrab.
- Gitaris — membawa warna pop dan sentuhan akustik, berasal dari lingkungan kampus dan komunitas musik lokal.
- Bass — dasar ritme yang stabil, punya pengalaman main di beberapa acara kafe sebelum bergabung dengan Euforia.
- Drum/perkusi — menambah dinamika set, kerap bereksperimen dengan pola yang disesuaikan untuk suasana santai di kafe.
- Keyboard/arranger — bertanggung jawab untuk menyusun aransemen fusion, memasukkan unsur Nusantara dan pengaruh musik Arab dalam beberapa nomor.
Perpaduan latar berbeda ini memberi Euforia keleluasaan untuk memainkan beragam lagu: dari cover hits pop kekinian hingga penggarapan ulang yang menyentuh unsur tradisi dan sentuhan dunia.
| Tanggal | Peristiwa | Tempat | Catatan |
|---|---|---|---|
| Mei 2025 | Pembentukan band | Tasikmalaya | Mulai tampil reguler di kafe-cafe lokal |
| 12 Maret 2026 | Pentas buka puasa bersama | OK Coffee and Eatery | Diselenggarakan siswa SMA Negeri 3 Kota Tasikmalaya |
Mengapa ini penting sekarang
Bangkitnya band seperti Euforia menandai dinamika baru di ekosistem budaya kota kecil: kafe bukan sekadar tempat ngopi, melainkan ruang berjejaring dan pelatihan panggung bagi musisi lokal. Bagi penyelenggara acara sekolah dan komunitas, keberadaan band lokal membuka pilihan hiburan yang lebih terjangkau dan relevan bagi audiens muda.
Untuk penikmat musik, fenomena ini berarti lebih banyak kesempatan menyaksikan pertunjukan akustik dan aransemen kreatif tanpa harus menunggu event besar. Bagi anggota band, rutinitas tampil di kafe bisa menjadi batu loncatan untuk peluang yang lebih besar—rekaman demo, kolaborasi, atau undangan tampil di festival lokal.
Perjalanan Euforia belum selesai: konsistensi jadwal tampil dan kemampuan mereka memadukan berbagai pengaruh musik menjadi faktor penentu apakah mereka akan bertahan sebagai favorit kafe atau berkembang ke panggung yang lebih luas. Sementara itu, masyarakat Tasikmalaya terus menyaksikan bagaimana musik live ikut membentuk wajah ruang publik kota.
Artikel serupa :
- Batas Senja: band asal pilih bertahan di Bandar Lampung, jarak tak hambat panggung
- Ngaos Art buka kafe kreatif: tempat nongkrong kini jadi ruang kolaborasi ide
- Wongalas rilis album fisik, gelar tur nasional: rock klasik kembali ke panggung
- Batas Senja band Bandar Lampung naik daun: wawancara eksklusif Kabar Priangan akhir pekan
- Hammersonic Ulang Tahun ke-10: Bukan Hanya Pesta, Kata Ravel Junardy!

Dewi Permata adalah jurnalis hiburan yang memiliki hasrat besar terhadap
dunia perfilman, musik, dan budaya populer. Dengan pengalaman lebih
dari tujuh tahun di industri media, ia telah melakukan wawancara
eksklusif dengan banyak tokoh terkenal dan mengulas berbagai tren di
industri hiburan.





