– – Penggemar animasi di Indonesia sedang dihebohkan oleh trailer film MERAH PUTIH ONE FOR ALL. Sebuah adegan di dalam gudang senjata telah menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan penonton. Kehadiran senjata laras panjang seperti AK-47 dalam film anak-anak ini mendapat kritik tajam. Padahal, seharusnya film ini mengusung semangat nasionalisme dan petualangan.
Selain itu, film yang ditujukan untuk anak-anak seharusnya fokus pada tema nasionalisme. Kehadiran senjata api menimbulkan pertanyaan besar tentang kesesuaian konten. Lalu, apa sebenarnya yang terjadi di balik layar produksi film animasi ini? Produser memberikan klarifikasi resmi untuk menjelaskan situasi.
1. Senjata Mainan untuk Pentas HUT RI
Sutradara Endiarto menjelaskan bahwa lokasi tersebut adalah miniatur dari gudang balai desa. Tempat tersebut digunakan untuk menyimpan properti yang akan digunakan dalam perayaan 17 Agustus. Salah satunya adalah senjata yang biasa digunakan untuk memerankan tokoh tentara Belanda.
“Jadi, itu adalah gudang balai desa tempat menyimpan bendera, dan itu digunakan untuk momen perayaan 17 Agustus, dan itu adalah properti untuk peringatan 17 Agustus,” ujarnya seperti yang dilansir oleh Detik.
2. Cosplay Tentara Belanda
Endiarto menegaskan bahwa senjata yang terlihat hanyalah properti atau mainan belaka. Benda-benda tersebut akan digunakan dalam pertunjukan peringatan HUT RI ke-80.
“Seperti yang terlihat dalam trailer, ada seseorang yang mengenakan pakaian Belanda dan membawa senjata, itu merupakan properti yang ada di gudang tersebut. Jadi bukan senjata sungguhan. Itu adalah senjata mainan, properti untuk perayaan. Jadi jika ada yang memerankan pasukan Belanda, tentu akan membawa senjata, baik laras panjang maupun pendek,” jelasnya.
3. Dugaan Penggunaan Aset 3D
Beberapa netizen menduga model gudang senjata mirip dengan aset 3D dari Daz3D.com. Aset tersebut dapat ditemukan dengan pencarian “military warehouse” dan mencakup berbagai jenis senjata api:
- Senapan M16
- Senapan M4
- Senapan AK-47
Hal ini menambah spekulasi tentang proses pembuatan film yang terburu-buru. Kontroversi ini menambah daftar kritik terhadap film MERAH PUTIH ONE FOR ALL. Sebelumnya, kualitas animasi yang kaku juga telah menjadi topik perbincangan.
Untuk berita selengkapnya, kunjungi Liputan6.com
Artikel serupa :
- Produser ‘MERAH PUTIH ONE FOR ALL’ Bongkar Proses Kreatif: Dituding Beli Karakter
- 15+ Ide Hadiah Lomba 17 Agustus: Hemat Biaya, Menarik & Bermanfaat untuk Anak!
- MERAH PUTIH: Di-Remake Netizen, Respons Sutradara
- Film Animasi Terbaik: Pixar dan Ghibli, Cocok untuk Semua Usia
- Rayakan HUT RI dengan Twibbon Gratis: Temukan Link dan Cara Pasang di Media Sosial!

Sebagai jurnalis televisi yang telah berkarier selama lebih dari delapan tahun,
Rizky Aditya dikenal karena kepiawaiannya dalam menyajikan laporan
langsung dan investigasi mendalam.






