– – Kreativitas dari netizen Indonesia terus mengalir tanpa henti. Menyikapi animasi MERAH PUTIH ONE FOR ALL yang dianggap kurang halus, beberapa warganet mencoba untuk membuat ulang cuplikan film tersebut dengan menggunakan teknologi AI agar terlihat lebih baik.
Tidak merasa tersinggung, sang sutradara, Endiarto, justru memberikan respon yang positif. Endiarto merasa senang melihat hasil karya remake tersebut. Baginya, hal itu menunjukkan bahwa filmnya mendapat perhatian dan apresiasi dari masyarakat.
“Bagus kan, mereka memberikan perhatian pada hal ini. Ada kepedulian dari mereka, itu bagus,” kata Endiarto saat diwawancarai di kawasan Kuningan, pada hari Senin (11/8/2025).
Ia sama sekali tidak melihat tindakan netizen sebagai penghinaan terhadap karyanya. Sebaliknya, ia memuji kreativitas mereka dan bahkan memberikan tantangan positif untuk masa depan.
“Menurut saya, ‘kreatif begini’. Itu bagus. Nanti akan dieksekusi tahun depan. Mari kita lihat apakah mereka bisa,” ungkapnya.
1. Jangan Berhenti pada Remake
Endiarto mendorong para kreator tersebut untuk tidak berhenti pada tahap remake, tetapi melanjutkan untuk menciptakan karya utuh di tahun berikutnya. Jika mereka merasa bisa membuat yang lebih baik, ia mengajak mereka untuk berkontribusi pada perayaan proklamasi selanjutnya.
“Jika mereka merasa bisa membuat yang lebih baik, berikan kontribusi pada perayaan proklamasi tahun depan. Sekarang sudah terlambat. Tahun depan, berikan kontribusi yang sama, kita kerjakan bersama-sama,” ajaknya.
2. Makin Semarak
Baginya, hal ini akan membuat perayaan kemerdekaan menjadi lebih meriah dengan adanya banyak pilihan tontonan berkualitas. Ia akan merasa bangga apabila usahanya ini bisa memicu lahirnya karya-karya lain yang lebih beragam.
“Jadi memeriahkan perayaan proklamasi tidak hanya di kampung-kampung, di desa, bukan hanya sekadar memasang bendera di gedung-gedung, acara jalan dengan kostum merah putih, tidak. Tetapi kami, para pekerja kreatif di bidang film, juga memberikan kontribusi,” jelasnya.
3. Harapan
Ia juga bermimpi tentang betapa keren nya jika tahun depan terdapat banyak alternatif film kemerdekaan untuk berbagai kelompok usia. Baginya, hal itu akan menjadi sebuah keberhasilan.
“Jika ada yang dapat membuat remake seperti itu, berarti tahun depan akan terdapat beberapa alternatif. Sungguh membuat kita bangga. Jadi ‘wow keren ya, ada beberapa’, memberikan banyak pilihan kepada masyarakat, apakah mereka ingin menonton untuk segmen anak-anak, segmen 13 tahun, atau segmen 17, itu tergantung pada masing-masing individu,” pungkasnya.
Baca berita film MERAH PUTIH ONE FOR ALL lainnya di Liputan6.com
Artikel serupa :
- Produser Akui Malu: Ingin Libatkan Artis Terkenal di Film ‘MERAH PUTIH ONE FOR ALL’
- Produser ‘MERAH PUTIH ONE FOR ALL’ Bongkar Proses Kreatif: Dituding Beli Karakter
- Kontroversi Gudang Senjata: Produser ‘MERAH PUTIH ONE FOR ALL’ Berbicara
- Falcon Pictures Remake Film Horor Thailand ‘SHUTTER’: Setelah Sukses ‘KANG MAK FROM PEE MAK’
- Wujudkan Koperasi Desa Merah Putih, Pemerintah Siapkan Rp350 Triliun!

Sebagai jurnalis televisi yang telah berkarier selama lebih dari delapan tahun,
Rizky Aditya dikenal karena kepiawaiannya dalam menyajikan laporan
langsung dan investigasi mendalam.






