Atas, MimbarRakyat News —
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyatakan ketegasannya untuk tidak membiarkan pegawai di Kementerian Pertanian (Kementan) yang melakukan kecurangan dalam impor bawang putih atau komoditas pangan lain terlibat tanpa konsekuensi.
Beliau menegaskan bahwa apabila terdapat bukti kecurangan atau penyalahgunaan jabatan oleh oknum di kementeriannya, tindakan hukuman berat akan dijatuhkan termasuk pemecatan.
“Silakan, jika ada kecurigaan terhadap permainan impor, laporkan saja. Saya tidak akan campur tangan,” ujar Sudaryono di area Parlemen, Atas Pusat, pada hari Kamis (6/3).
Beliau menambahkan bahwa Kementan memiliki sistem pengawasan internal yang dijalankan oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) untuk menyelidiki setiap dugaan pelanggaran yang terjadi di sektor pertanian. Jika terbukti, langkah tegas akan segera diambil.
“Inspektorat kita yang akan mengecek. Tentu saja, jika ada pelanggaran, saya bersama Pak Menteri (Andi Amran Sulaiman) tidak akan ragu-ragu. Setidaknya kami akan memberhentikan yang bersangkutan, atau bahkan memecat. Beberapa kasus bahkan telah kami proses secara hukum,” tambahnya.
Sudaryono menekankan bahwa sektor pertanian sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat, sehingga tidak ada toleransi bagi mereka yang mencari keuntungan pribadi dengan merugikan masyarakat.
“Masalah pertanian adalah masalah rakyat. Jadi, tidak boleh ada yang mengambil keuntungan dari penderitaan rakyat, entah itu beras, jagung, atau bawang putih. Jika harga bawang putih naik, yang rugi adalah rakyat banyak,” kata dia.
Beliau juga mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi proses impor komoditas pangan, termasuk bawang putih. Beliau meminta masyarakat untuk melapor langsung ke Kementan jika menemukan indikasi kecurangan, bahkan secara anonim.
“Jika ada indikasi kecurangan, semua media, lapor saja. Kirimkan surat, surat anonim pun diperbolehkan, ke pertanian. Tak perlu sebut nama pengirim, cukup informasikan pelakunya. Kami akan melakukan investigasi,” tegas Sudaryono.
Lebih lanjut, Sudaryono juga menyoroti potensi kecurangan dalam impor daging. Beliau menegaskan bahwa semua pegawai Kementan harus bertindak dengan integritas dan tidak boleh ada praktik suap atau pungutan liar dalam proses impor.
“Tentu saja akan kami tindak. Impor daging, baik itu daging dari India, Australia, atau negara lain, jika ada indikasi pegawai Kementan melakukan pungutan liar, laporkan saja,” ujarnya.
“Jika tidak ingin terlibat, kirimkan surat anonim kepada saya. Saya akan membacanya dan mengirim tim investigasi untuk memeriksa. Jika benar, kami akan bertindak tegas,” lanjut Sudaryono.
Artikel serupa :
- Mentan Gagas Ekspor 1,6 Juta Telur ke AS: Peluang Baru untuk Indonesia!
- Wujudkan Koperasi Desa Merah Putih, Pemerintah Siapkan Rp350 Triliun!
- MERAH PUTIH: Di-Remake Netizen, Respons Sutradara
- Menpan RB Usul Tunda Pengangkatan CPNS 2024: Apa Dampaknya Sampai Maret 2026?
- Antam Bantah Jual Emas Palsu: Skandal Korupsi 109 Ton Terungkap!

Putra Wijaya adalah jurnalis senior yang memiliki keahlian di bidang ekonomi dan bisnis.
Dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun dalam dunia jurnalistik,
ia telah meliput
berbagai peristiwa ekonomi penting di Indonesia maupun global.






