by

450 Ribu Item Aset Barang Daerah Disensus Hingga Desember

AMBON,MRNews.com,- Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ambon sejak akhir Juli lalu sementara melakukan sensus barang daerah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Dengan 450 ribu item aset barang daerah jadi sasaran.

“Dalam sensus, akan kita lakukan pendataan terhadap 450 ribu item dan aset barang daerah milik Pemkot Ambon,” tandas Kepala BPKAD Kota Ambon Apries Gaspersz kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (15/9).

Nantinya kata Gaspersz, baik barang daerah yang rusak maupun yang masih baik tetap didata selama proses sensus barang daerah, tanpa kecuali.

“Sementara barang daerah yang dinyatakan hilang, tetap ada barcode-nya. Tapi nanti dimasukkan ke buku tersendiri dan dinyatakan tidak ada lagi. Maksudnya sensus demikian,” akui Gaspersz.

Proses sensus barang daerah ini sendiri, menurutnya, telah berlangsung sejak akhir Juli lalu sampai bulan Desember 2021 mendatang.

Karena itu, pihaknya mengharapkan ada kerjasama baik dari semua instansi dilingkup Kota Ambon untuk membantu kelancaran jalannya sensus barang daerah.

“Seluruh pegawai dikerahkan melakukan sensus. Semua yang namanya aset Pemkot, dalam sensus akan didata. Diharapkan hasilnya nanti menjadi bahan yang terbaik untuk opini terhadap pemeriksaan keuangan tahun 2022,” jelasnya.

Aset barang daerah paling banyak menurutnya, ialah sarana prasarana di perkantoran, lalu kendaraan roda empat dan dua yang tidak tahu dimana. Termasuk yang sudah jadi barang rongsokan di jalanan pun tetap didata dan akan ditarik.

Jika misalnya ada yang mengaku punya dan sudah sampaikan permohonan untuk pemutihan baginya, bukan berarti gratis. Tetap harus melalui mekanisme lelang.

“Jadi tidak ada pegawai buat permohonan ke Pemkot, lalu serta merta dapat mobil atau motor itu, tidak. Mekanismenya nanti kita nilai dulu, hasil penilaian itu dilelangkan. Lalu misalnya yang bersangkutan bayar baru bisa dapat kendaraan itu,” bebernya.

Ditegaskan, pelaksanaan sensus barang daerah ini merupakan rekomendasi Walikota Ambon. “Tahun lalu sebenarnya, tapi karena Pandemi Covid-19, jadi tahun ini baru bisa buat,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed