Yermias Prihatin Dua Atlet Atletik “Ditelantarkan”

AMBON,MRNews.com,- Sebagai pelaku olahraga di Maluku, Anos Yermias mengaku cukup prihatin jika benar apa yang dilansir beberapa media terkait dengan dua atlet atletik, Wempy dan Yanes Pelamonia yang kemarin meraih prestasi luar biasa di pra PON dalam rangka PON ke XX tahun 2020 di Papua diduga “ditelantarkan” alias tidak diperhatikan pemerintah provinsi (Pemprov) dan KONI Maluku, dengan diinapkan di kolong bawah stadion Mandala Remaja Karang Panjang usai mengukir prestasi.

“Ini tidak boleh atau tidak harus terjadi kalau saja pengurus cabang olahraga (Cabor) juga pro aktif mengurus atletnya. Kami selaku ketua umum salah satu Cabor berprestasi juga di Maluku yaitu cabang dayung sangat prihatin dengan kondisi yang dialami oleh atlet-atlet kita itu,” kesal Anos kepada awak media di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Senin (12/8/19).

Meski memang harus diakui bahwa sejauh ini yang namanya anggaran untuk pembinaan olahraga sangat seret oleh karena kemampuan keuangan daerah Maluku tidak mencukupi untuk dianggarkan lebih dalam rangka pembinaan dan pengembangan olahraga. Padahal, olahraga bisa dapat berkembang manakala pembinaan itu pun ada anggarannya.

“Harus diakui terkadang kendala paling besar mengurus olahraga di Maluku soal pembiayaan. Tetapi, kondisi yang dialami dua atlet atletik bersaudara itu seharusnya tidak terjadi kalau saja pengurus Cabor atletik harus juga peduli melihatnya. Kita memang berharap lebih karena pa Walikota Ambon adalah ketua PASI Maluku, tetapi beliau khan tidak ansih mengurus olahraga, mestinya wakil ketua umum ada, atau sekum atau di kota Ambon pengurus PASI juga ada. Maka sudah seharusnya itu menjadi atensi para pengurus, tidak bisa diam. Apalagi mereka membela nama besar Maluku,” beber Anos.

Dirinya meyakini, kalau saja hari ini PON masih digelar dua tahun lagi, sangat mungkin mereka akan hijrah dari Maluku. Bukan saja Pelamonia bersaudara, tetapi juga Matheos Berhitu dan atlet atletik lain bahkan mungkin banyak atlet. Tetapi karena pelaksanaan PON hanya tersisa satu tahun maka kemungkinan mereka meninggalkan Maluku sangat kecil. Kalaupun ada, peluangnya kecil karena di zaman sekarang tidak mudah lagi atlet hijrah ke daerah lain. Harapannya KONI Maluku tetap tenang. Sebab dirinya di DPRD tahu betul berapa banyak anggaran yang dikucurkan ke KONI.

“Ini bukan ansih salah DPRD, sebab DPRD tinggal membahas anggarannya. Pertanyaannya, sebelum pembahasan APBD 2019, apakah KONI Maluku pernah sampaikan audiens paling tidak dengan komisi D DPRD dalam kaitan anggaran pembinaan olahraga di Maluku atau tidak. Kalau pernah kapan dan kenapa anggarannya kecil diam saja. Di komisi C selama ini pun tidak tahu KONI kesulitan dapat anggaran. Tapi dengan dua atlet itu dan atlet lainnya dalam kondisi yang dihadapi saat ini semoga pacu semangat kita di Maluku untuk terus membangun olahraga dengan tentu yang pertama dilakukan melihat masa depan anak-anak ini,” tukas ketua komisi C DPRD Maluku.

Yermias pun percaya, untuk PON 2020 mereka (atlet) ketika berprestasi dan biasanya atlet itu punya prestasi dulu baru diperhatikan. Itu terjadi di Cabor dayung yang dipimpinnya, manakala sejumlah atlet sudah menjadi anggota TNI/AD-AL, Polri, ASN, saat mereka meraih prestasi di PON diantaranya La Memo, Ros Saptenno, Febrino Matahelemual, Chelsea Corputty, Femmy Batuwael, Steven Sarimolle. “Semoga atlet atletik juga mendapat perhatian dan cita-cita mereka menjadi anggota Polri atau TNI nantinya bisa tercapai. Mereka harus sabar, tabah untuk meraih prestasi yang lebih baik,” ujarnya.

Sebelum rapat komisi C dengan mitra, tambah Anos, sudah disampaikan juga oleh asisten III Pemprov Kasrul Selang bahwa terhadap mereka akan ada perhatian Pemprov. “Kita tunggu saja. Saya juga belum tahu apakah KONI sudah datang ke tempat mereka atau belum, tapi katakanlah KONI belum datang maka saya akan lihat kondisi mereka di Karang Panjang, berdialog. Agar mudah-mudahan mereka tidak punya niat keluar dari Maluku, membela provinsi lain. Kalau ada, itu soal bagi kita. Karena Maluku harus dapat memperbaiki peringkatnya di PON 2020. Itu harapan kami selaku pelaku olahraga di Maluku,” tegas politisi Golkar Maluku. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *