by

Yakin dan Pasti, Dugaan Korupsi PLTD Aru  Naik Status

AMBON,MRNews.Com.- Dipastikan kasus dugaan korupsi pro­yek Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Tabarfane, pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabu­paten Aru tahun anggaran 2016 akan naik penyelidikan.

Kepastian tersebut sampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Aru, Ketut Winawa kepada Mimbar Rakyat, saat ditemui di Swisbell  Hotel dalam acara Rakernis Kejati dan Kejari se-Maluku, Selasa (28/8).

Sejauh ini lanjut Winawa, tim penyelidik Kejari Aru sudah melakukan permintaan keterangan terhadap delapan orang saksi termasuk Sekda Kabupaten Aru, Mohammad Djumpa.

Selain delapan saksi itu, tim juga mengagendakan, permintaan keterangan terhadap sejumlah saksi lainnya yang diduga mengetahui proyek pengadaan PLTD tersebut.

“Sudah delapan orang yang kami mintai keterangan di tahap penyelidikan. Selanjutnya masih diagendakan pemeriksaan tambahan terhadap sejumlah saksi lainnya di kasus ini,” ujar Kajari.

Sementara terpisah Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Aru, Mohamad Jumpa siap diperiksa oleh Kejari Aru dalam kasus dugaan korupsi proyek PLTD Taberfane, di Kecamatan Aru Selatan Utara tahun 2016 senilai Rp. 4.885.294.080,-.

Hal ini disampaikan Sekda Aru kepada wartawan, Rabu (8/8) di ge­dung DPRD Aru usai menghadiri paripurna penyampaian laporan keuangan tahun anggaran 2017.

Sekda  sebelumnya sudah dua kali dipanggil Kejari Aru untuk diperiksa terkait kasus tersebut, namun tidak memenuhi panggilan jaksa.

Sekda mengakui, dua kali ia sudah dipanggil oleh Kejari Aru, pertama kali ia tidak mengetahuinya, sedang­kan pang­gilan kedua, ia melaksa­nakan tugas dinas diluar daerah.

“Kalau untuk undangan pertama kali, jujur saya sendiri tidak mengetahuinya, yang saya ketahui itu undangan kedua. Ketika itu, saya harus menghadiri kegiatan di luar daerah, sehingga tidak bisa hadir, namun kini bila ada undangan dari kejaksaan, maka saya siap hadir dan memberikan keterangan,” jelasnya.

Kendati demikian, tegasnya, jika ada panggilan berikutnya, ia telah siap diperiksa terkait proyek PLTD Taberfane.

“Saya siap untuk memberikan ketera­ngan, karena ketika proyek tersebut dikerjakan, saya sebagai Kadis Pertam­bangan dan Energy. jika dipanggil oleh kejaksaan saya siap,” pungkasnya.(MR-03).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed